Sekolah-Sekolah Di Sidarjo; Jadi Rujukan Literasi

Sekolah-Sekolah Di Sidarjo; Jadi Rujukan Literasi

Surabaya, Kabarindo- Sekolah-sekolah di Sidoarjo menjadi rujukan literasi.
Langkah ini dilakukan terkait pencanangan Sidoarjo menuju kabupaten literasi bersamaan dengan HUT Kabupaten Sidoarjo yang ke-517.

Sidoarjo sebenarnya sudah menerapkan budaya literasi sejak 2005 melalui sekolah mitra USAID Decentralized Basic Education (DBE). Salah satunya di SDN Sedatigede 2 Sidoarjo.

Pojok baca tersedia rapi di setiap kelas. Di depan kelas disediakan kotak buku hibah dari siswa yang boleh dibaca siapa saja. Di taman sekolah terdapat rak-rak buku yang diperuntukkan siswa, guru maupun orangtua murid. Perpustakaan menjadi pusat belajar. Siswa melaksanakan pembelajaran di perpustakaan secara bergiliran setiap hari.

Menurut Sumiati, Kepala SDN Sedatigede 2 Sidoarjo, kegiatan literasi telah dilaksanakan sejak sekolah ini bermitra dengan USAID. Kegiatan utama adalah membudayakan membaca buku dengan mendekatkan buku-buku pada anak.

“Kami berusaha mendekatkan buku pada anak dan menciptakan lingkungan baca yang menyenangkan di sekolah. Misalnya di taman sekolah disediakan tempat duduk, gazebo dan rak buku agar semua orang yang berada di sekolah ini dapat aktif membaca,” terangnya pada Selasa (9/2/2016).

Kegiatan literasi juga sudah terintegrasi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Farida Utami Guru Kelas IV SDN Sedatigede 2, mengatakan dirinya melaksanakan literasi dalam pembelajaran sehari-hari. Salah satunya, siswa diminta mencari informasi di perpustakaan atau dengan membaca buku.

“Yang sudah saya lakukan untuk pelajaran IPS misalnya, siswa saya minta membawa koran dan mencari pemberitaan tentang rmasalah sosial. Bisa juga mereka ke perpustakaan untuk mencari buku yang terkait dengan tugas yang saya berikan,” ujarnya.

Kegiatan literasi yang dilakukan di SDN Sedatigede 2 Sidoarjo terlaksana berkat dukungan dari komite sekolah dan paguyuban kelas. Sri Eko Warianti, Koordinator Paguyuban Kelas di SDN Sedatigede 2, orangtua sangat berperan dalam mewujudkan sekolah berliterasi. Dukungan tersebut diantaranya adalah sedekah buku dari orangtua untuk sekolah dan pembelian buku bacaan murah.

“Kami mengimbau orang tua yang memiliki buku bacaan yang tak terpakai di rumah agar dipinjamkan atau disedekahkan ke sekolah. Selain itu orang tua boleh membeli buku bacaan baru dengan nominal harga buku Rp. 10 ribu sehingga tidak memberatkan orang tua,” ujar ibu 3 anak yang akrab dipanggil Cicik ini.

SDN Sedatigede 2 Sidoarjo dikunjungi oleh Larry Dolan, Deputy Director USAID Indonesia Education Office, baru-baru ini. Ia mengungkapkan kekagumannya terkait komitmen sekolah yang sejak 2005 mempertahankan model pembelajaran aktif dan membudayakan gemar membaca. Larry masuk ke kelas dan perpustakaan untuk melihat secara langsung kegiatan di sekolah. Ia juga berdialog dengan kepala sekolah, komite sekolah, guru maupun siswa.

Larry mengagumi kreativitas sekolah dalam menciptakan sudut-sudut baca yang murah dan menggunakan barang bekas pakai. Misalnya untuk rak buku di luar kelas, menggunakan kardus tak terpakai. Sedangkan rak buku di taman sekolah menggunakan talang air yang tak terpakai.

“Menurut saya sekolah ini luar biasa karena bertahan itu lebih sulit daripada menerima program baru. Saya merekomendasikan sekolah ini yang layak menjadi sekolah rujukan literasi,” ujarnya.

Selain SDN Sedatigede 2 Sidoarjo, beberapa sekolah mitra USAID yang sudah melaksanakan literasi adalah SD Hangtuah X Juanda, SMPN 2 Sedati, SMPN 3 Sidoarjo, SMPN 5 Sidoarjo dan MTs Nurul Huda Kalanganyar Sidoarjo.