Sekolah Batutis Al-Ilmi; 1 Dekade Gratiskan Anak Kurang Mampu

Sekolah Batutis Al-Ilmi; 1 Dekade Gratiskan Anak Kurang Mampu

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Makin bangga saat proses itu bermuara pada konsistensi dan produktivitas untuk selalu improve dan tetap inovatif.

Budayawan dan tokoh pendidikan, Yudhistira Massardi pasca peluncuran buku 99 sajaknya, akhir pekan ini bersama dengan tim pendidiknya merayakan 1 dekade menginisiasi Sekolah TK-SD BatutisAl-Ilmi.

"Saya dirikan setelah melihat di kampung sekitar rumah kami banyak anak kecil usia sekolah yang tak bersekolah karena ortunya miskin, tak sanggup bayar uang masuk ke TK/SD.
tak terasa sudah 10 tahun sejak 5 September 2005 kami buka sekolah TK gratis yang berawal dari garasi dan teras rumah tetangga.
Dibantu dua guru relawan dengan angkatan pertama 65 anak dari 150 pendaftar," tulisnya kak Yudhis sapaan mesra pria humble yang baru saja memberikan kado pembacaan puisi di hari ultah Kak Seto karena bersama di WAG WOWO SAVERI.

Lanjut ia jelaskan bahwa anak-anak tersebut diseleksi berdasarkan tingkat kemiskinannya. Tahun ke-II, belajar dan beralih ke Metode Sentra ex USA yang di-Islamkan oleh Ibu Wismi dari Sekolah Al-Falah di Ciracas. Dengan Metode Sentra yang hebat, anak-anak bisa belajar lebih tenang dan akhlak mulianya (berbasis Asmaul Husna) terbangun dengan baik. Pada tahun ke-IV berdasarkan permintaan para orang tua, barulah didirikan SD.

Redaksi takjub dan bangga karena untuk TK maupun SD tiap hari semua anak diberikan snack pagi dan makan siang. Tiap anak kini hanya dimintai infak untuk biaya makan Rp 20 ribu/minggu.

Kak Yudhis menjelaskan bahwa Metode Sentra membangun anak secara holistik dengan "ramuan" teori Tahap Perkembangan (Jean Piaget), Kecerdasan Jamak (Howard Gardner), Tiga Jenis Main (Sarah Smilansky & Thomas Wolfgang), Vigotsky, Erik Erikson, Asmaul Husna.

Perlu diketahui bahwa Sekolah Al-Falah yang membawa Metode Sentra ke Indonesia 19 yahun lalu menjadi sekolah termahal dengan uang masuk Rp 150 juta untuk TK/SD tahun I dengan iuran bulanan sekitar Rp 5 juta.

Nah, metode yang mahal dan hebat itu kami berikan gratis di Sekolah Batutis. Tentu saja, pembelajaran dengan Metode Sentra sangat berbeda dengan metode konvensional dari pemerintah dan sekolah lain secara umum.

"Dengan Metode Sentra kurikulum diberikan secara individual (tidak klasikal/konvensional). 0embelajaran tidak direct teaching melainkan indirect. Suasana kelas dibangun dengan atmosfer happy learning. Pembelajaran berpusat pada murid (student center) bukan teacher center. Guru memanggil murid dengan sebutan "teman" sehingga lebih akrab (tidak hierarkial), kegiatan belajar-mengajar bersifat moving class (setiap hari anak berpindah Sentra). Mengutamakan pembangunan karakter dan bukan kognisi, maka muatan lokal/kebudayaan nasional/bahasa Indonesia menjadi materi utama, sebagai unsur-unsur pembentuk jatidiri/patriotisme. Kemampuan komunikasi anak dibangun melalui kegiatan menulis, melukis, mengemukakan  pikiran & perasaan melalu bicara dengan bahasa Indonesia yang terstruktur sesuai hukum SPOK (subyek, predikat, obyek, keterangan)," jelasnya santun.

Sementara itu saat ini,Batutis di usianya yang 10 tahun ini sudah bertambah dengan play group sampai dengan SD kelas VI berjumlah 150 anak dengan 30 orang guru/staf (gaji tertinggi baru mampu kami bayar Rp 1,7 jt).

Biaya operasional per bulan Rp 65 juta, atau Rp 450 ribu/anak/bulan. Itu artinya menurut Kak Yudhis alokasi bantuan dana dari donatur diharapkan bisa diberikan secara rutin tiap bulan, berapa pun jumlahnya, agar kami bisa prediksi pengelolaannya.

"Harapan terbesar adalah kami bisa menggaji guru sesuai UMR (Rp 2,5 jt/bln). Selain itu bantuan juga bisa berupa non tunai, yaitu dalam bentuk ATK (kertas HVS, pensil, spidol warna, crayon, aneka lem dll = anggaran per bulan  Rp 6 juta) atau bisa juga sembako (beras 350 kg/bulan, minyak goreng, gula, telor, kecap, aneka bumbu dapur; serta aneka biskuit untuk snack pagi). Kami juga sudah terbitkan buku panduan "Pendidikan Karakter dengan Metode Sentra" dan majalah "Media Panduan Sentra". Alhamdulillah sudah ratusan guru dari ratusan sekolah TK-RA-PAUD dari berbagai pelosok Indonesia belajar Metode Sentra di Sekolah BatutisAl-Ilmi. Pelatihan sudah berlangsung untuk Angkatan Ke-51  sampai pekan depan," urainya detil.

Terakhir, jika ada sponsor/CSR yang peduli pada maha pentingnya pendidikan anak usia dini demi terbangunnya generasi baru bangsa yang lebih baik, sekolah Batutis Al-Ilmi siap kerja bangun bangsa!

Membangun generasi baru bangsa yang lebih baik: Berakhlak mulia, cerdas, mandiri, bahagia dan cinta belajar sepanjang hayat jadi visi & misinya.


Bravo Kak Yudhis...............!