Sean Gelael; Dari Monaco Menuju Sirkuit Spa

Sean Gelael; Dari Monaco Menuju Sirkuit Spa

Jakarta, Kabarindo- Setelah menjalani balapan yang fantastis di Monaco, dengan finish di posisi ke delapan sekaligus memperoleh poin perdananya di Kejuaraan Formula Renault 3.5, Sean Gelael dari Monte Carlo yang glamour langsung menuju ke barisan hutan dan pedesaan Spa Francorchamps di Belgia untuk race berikutnya.

Dari rilis yang baru saja sampai di meja redaksi, pebalap Indonesia Sean Gelael dan para pesaingnya di Renault 3.5 akan kembali berlaga pada race yang lebih konvensional di Spa.

Monaco adalah satu-satunya balapan yang menjadi pendukung kegiatan Formula 1 Grand Prix, dan sekarang mereka kembali menjalani  balapan utama dari rangkaian Kejuaraan World Series by Renault.

Oleh karena itu, Tim Jagonya Ayam with Carlin juga akan kembali menjalani format balapan akhir pekan World Series yang normal, dimana Sean akan melakukan dua kali sesi kualifikasi dan dua kali balapan di sirkuit yang menantang, Spa, yang dikenal sebagai salah satu sirkuit terbaik di dunia sekaligus membutuhkan kinerja mobil yang maksimal.

Spa adalah sirkuit pertama pada musim ini dimana kita dapat membandingkan secara langsung performa dari mobil Formula Renault 3.5, mobil Formula 1 dan mobil Formula 3 yang dipergunakan Sean musim yang lalu. Dan dari statistik terlihat bahwa performa mobil Formula 3.5 berada di antara mobil Formula 1 dan Formula 3, yang menjadikan Formula 3.5 sebagai batu loncatan yang ideal menuju tingkat tertinggi olah raga motorsport kursi tunggal.Pada musim tahun 2014, catatan waktu tercepat untuk satu lap di Belgian Grand Prix adalah 1 menit 50,5 detik, sedangkan untuk Formula Renault 3.5 adalah 2 menit 01,4 detik, dan untuk Formula 3 adalah 2 menit 11,1 detik.

Tim Carlin tidak ikut berkompetisi di Formula Renault 3.5 tahun lalu, tetapi memiliki sejarah yang panjang di Spa, yang menggambarkan bagaimana Sean akan mengikuti jejak dari sejarah tersebut. Misalnya, yang terjadi di tahun 2006 saat berlaga untuk pertama kalinya di Spa, Sebastian Vettel sedang berada di posisi kedua di dalam mobil Carlinnya, saat mengalami kecelakaan parah yang hampir saja mengakibatkan ia kehilangan jari tangannya. Kejadian ini masih merupakan insiden yang paling menakutkan bagi Vettel sepanjang karirnya.

Bersama Carlin, di tahun 2009 Jaime Alguersuari finish pada posisi ke enam di Spa, sementara di tahun 2011 Jean-Eric Vergne menjadi juara – kedua pebalap ini kemudian bergabung di Formula 1 bersama dengan tim Toro Rosso. Pebalap Carlin lainnya, Kevin Magnussen, juga berhasil menjadi juara dengan dua kali menempati posisi terdepan saat start di tahun 2012, sebelum dia masuk Formula 1 bersama McLaren.

Pebalap-pebalap terkemuka lainnya seperti Robert Wickens dan Mikhail Aleshin juga pernah berhasil menang di Spa bersama Carlin.

Jadi, Sean sangatlah paham bahwa kesuksesan di Formula Renault 3.5 dapat membawanya mengalami hal-hal besar di dunia olahraga. Sebagai pendatang baru, Sean harus fokus untuk dapat memperoleh poin kembali seperti di Monaco, tetapi seperti yang terjadi akhir pekan kemarin, membuktikan bahwa apapun dapat terjadi dalam dunia motorsport.

“Spa sangatlah berbeda dengan Monaco,” kata Sean. “Mungkin perbedaannya adalah yang terbesar dari dua sirkuit di kalender kejuaraan Formula Renault 3.5, karena kita berpindah dari lintasan dengan sudut sempit diantara pagar pembatas yang panjang, menuju lintasan dengan tikungan yang berkarakter sangat cepat. Tetapi kepercayaan diri adalah segalanya dalam balapan, dan hasil yang sangat baik di Monaco memberikan kami momentum untuk menuju balapan akhir pekan mendatang. Saya berharap dapat menggunakannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.”