Satlak Prima; Siapkan Atlet Untuk Asian Games 2014

Satlak Prima; Siapkan Atlet Untuk Asian Games 2014

Jakarta, Kabarindo- Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mulai melakukan pendataan atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Asia Games 2014 Incheon Korea Selatan, 18 September - 4 Oktober meski cabang olahraganya belum diputuskan.

Ketua Satlak Prima Suwarno di Jakarta, Kamis, mengatakan pendataan yang dilakukan didasarkan laporan dari masing-masing pengurus besar (PB) cabang olahraga yang mempunyai peluang untuk dikirim ke kejuaraan empat tahunan itu.

"Proses hingga kini masih berjalan. Kami ingin data cabang olahraga yang dikirim serta nama-nama atlet yang akan masuk pelatnas tuntas akhir bulan ini," kata Suwarno.

Menurut dia, untuk menentukan cabang olahraga serta nama-nama atlet yang diberangkatkan ke Asian Games Incheon, indikatornya adalah didasarkan data Asian Games sebelumnya, prestasi di SEA Games 2013 hingga hasil di single event.

Ada beberapa PB yang telah memasukkan nama-nama pemain yang diproyeksikan menjalani pemusatan latihan yang rencananya dimulai 1 Februari itu, di antaranya karate, wushu, bulutangkis, renang dan angkat besi.

"Berapa jumlah yang diberangkatkan memang belum diputuskan. Memang sudah ada perkiraan. Namun, bisa saja berkurang atau malah bertambah," katanya.

Berdasarkan informasi yang berkembang, Indonesia kemungkinan hanya mengirimkan 14 hingga 19 cabang olahraga dari 36 cabang yang dipertandingkan. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan Asian Games sebelumnya.

Pada Asian Games 2014, Indonesia kemungkinan juga akan mengirimkan cabang olahraga sepak bola. Hal ini didasarkan hasil positif pada SEA Games 2013 lalu. Lampu hijau juga telah dikeluarkan oleh Menpora Roy Suryo.

"Sepak bola terus kami pantau. Begitu juga cabang yang pada Asian Games lalu berangkat tapi kurang bagus di SEA Games," kata pria yang juga Wakil Ketua Umum KONI itu seperti dilansir dari laman antaranews.

Suwarno menambahkan, jika cabang olahraga sudah ditetapkan, tahapan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan terkait dengan sport science meliputi performa atlet, psikologi, biomekanik hingga sistem kepelatihan.