Sarasehan Pekerja Konstruksi; Sukses Di Gelar

Sarasehan Pekerja Konstruksi; Sukses Di Gelar

Jakarta, Kabarindo- Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak  membuka Lomba dan Sarasehan Pekerja Konstruksi, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Lomba pekerja konstruksi dilaksanakan pada 9-11 September 2014 sedangkan Sarasehan Pekerja Konstruksi dilaksanakan pada 9 September 2014, keduanya dilaksanakan di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan Jakarta. Lomba Pekerja dan Sarasehan Konstruksi mengambil tema “Peluang Tenaga Kerja Indonesia Menyongsong Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”.

Kementerian PU secara rutin setiap tahun melaksanakan acara ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja konstruksi dan sebagai modal menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Para pekerja konstruksi adalah ujung tombak kualitas pekerjaan konstruksi, tanpa mereka tidak mungkin ada pembangunan Infrastruktur, jadi mari kita dukung mereka untuk terus meningkatkan kompetensinya”, ujar Hermanto Dardak.

Pada Lomba Pekerja Konstruksi ini para pekerja konstruksi akan berkompetisi secara sehat sesuai kompetensi di bidang kerja yang dimilikinya. Jenis-jenis bidang yang dilombakan merupakan keterampilan pekerja konstruksi yang dibutuhkan masyarakat maupun industri konstruksi. Disamping itu, bidang yang dilombakan merupakan bidang yang biasa dilombakan baik di tingkat Regional ASEAN (Asean Competitive Skill) maupun Internasional.

“Kami harapkan hasil lomba pekerja konstruksi ini dapat dipublikasikan secara lebih luas sehingga dapat dilihat bahwa sebenarnya pekerja konstruksi Indonesia, mempunyai kompetensi yang membanggakan, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun sikap kerja, sehingga layak dan mampu bersaing dikancah international”, ungkap Wakil Menteri PU.

Pekerja konstruksi adalah salah satu unsur penting yang menentukan kualitas mutu dan keberlanjutan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. “Dengan semakin meningkatnya nilai investasi sektor konstruksi dari tahun ke tahun, maka kebutuhan akan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan berdaya saing juga akan semakin besar yang pada akhirnya produktifitas nasional akan meningkat” ujar Hediyanto W. Husaini, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU. BPS mencatat, Pada tahun 2013, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa SDM Konstruksi Indonesia mencapai 6,9 juta atau sekitar 5,7% dari tenaga kerja nasional. Dari jumlah tersebut, 4% diantaranya merupakan tenaga ahli, 20% merupakan tenaga terampil (skilled labour), dan 76% sisanya merupakan tenaga kerja kurang terampil (unskilled labour). Dari 6,9 juta SDM Konstruksi tersebut, kurang dari 10% yang telah bersertifikasi kompetensi.

“Untuk itu kami selaku pembina konstruksi mengajak kepada para pelaku industri sektor konstruksi baik pengusaha, kontraktor maupun konsultan untuk dapat memberikan perhatian serius untuk meningkatkan kualitas para pekerja konstruksi terutama tenaga kerja konstruksi pada level terampil”, lanjut  Hediyanto W. Husaeni. Salah satu upaya nyata antara lain dengan memberikan pelatihan dan pemagangan. Diharapkan melalui pelatihan dan pemagangan, baik oleh pelaku industri konstruksi atau asosiasi, maupun dari para pemangku kepentingan lainnya akan meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja konstruksi Nasional.

Penjurian lomba pekerja konstruksi meliputi uji tertulis, wawancara dan uji praktek. Untuk tahun ini, terdapat 8 (delapan) bidang yang dilombakan yaitu untuk Pekerja Konstruksi Bidang Batu/Pasang Bata, Bidang Listrik/Instalatur Listrik, Instalasi Plambing, Juru Ukur, Mandor Pelaksanaan Pekerjaan Jalan, Mandor Pelaksanaan Pekerjaan Gedung, Operator Excavator, dan Pekerja Konstruksi Pemasangan Scaffolding. Pada sesi final, hasil karya lomba akan dipamerkan untuk masyarakat umum.

Lomba yang berlangsung di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan, Jl Dr. Suratmo Jakarta diikuti oleh peserta lomba konstruksi dari utusan Pembina Jasa Konstruksi di setiap provinsi dan dari asosiasi perusahaan dan asosiasi profesi. Sebanyak 170 peserta dari 22 provinsi dan 3 BUMN menunjukan kompetensinya dihadapan para juri untuk menjadi yang terbaik dalam lomba tersebut. Khusus untuk lomba pemasangan scaffolding, peserta berasal dari BUMN. Angka partisipasi yang diukur melalui jumlah peserta maupun keterlibatan utusan provinsi dan swasta pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. “Diharapkan setiap tahun terus meningkat, dan itu artinya setiap daerah maupun swasta juga berperan dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi didaerahnya dan terlebih dalam menghadapi MEA 2015”, kata Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Kontruksi, Masrianto.

Sarasehan Pekerja Konstruksi
Sementara itu, pada Forum Sarasehan Pekerja Konstruksi yang dilaksanakan seusai Pembukaan Lomba Pekerja Konstruksi, Kepala Badan Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi Kementerian PU Hediyanto W. Husaini, mengatakan, sarasehan pekerja konstruksi ini bertujuan untuk menampung aspirasi pekerja konstruksi yang kemudian akan menjadi rekomendasi kepada seluruh stakeholders yang terkait bidang konstruksi. Dari rekomendasi tersebut akan menjadi modal langkah bersama membangun kompetensi dan kesejahteraan pekerja konstruksi.

“Pekerja konstruksi sangat diperlukan, tetapi sering terpinggirkan dalam perbincangan /perdebatan sektor konstruksi, padahal bangunan tanpa pekerja konstruksi akan tetap menjadi gambar belaka”, ujar Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi  Kementerian PU Masrianto.  Gedung-gedung pencakar langit di seantero kota-kota besar di Indonesia, apartemen, hotel, rumah-rumah mewah, jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, drainase, bendung, waduk, saluran irigasi dan bangunan fiisik lainnya tidak akan terwujud tanpa peluh dan tangan-tangan terampil para pekerja konstruksi.