Santika Premiere Gubeng Surabaya; Berbagi Dengan PA Kasih Agape

Santika Premiere Gubeng Surabaya; Berbagi Dengan PA Kasih Agape

Surabaya, Kabarindo- Natal adalah saat tepat untuk berbagi dengan sesama yang kekurangan, meskipun seharusnya berbagi dilakukan setiap saat.

Inilah yang dilakukan Hotel Santika Premiere Gubeng di Surabaya dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak Panti Asuhan Kasih Agape pimpinan Pdm. Mariana A. Muskitta yang terletak di kawasan Makam Kembang Kuning.

“Semua orang, termasuk anak-anak panti asuhan semestinya bisa menikmati kehidupan layak dan kebahagiaan. Sayangnya tak semua orang mendapatkannya. Karena itu, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama mereka,” ujar Amelia Sulisthio, Ketua Panitia Acara Natal Santika Premiere Gubeng.

Ia menuturkan, pihaknya telah mengunjungi Kasih Agape dan prihatin melihat kondisi panti asuhan yang sempit. Untuk menuju lokasi, mereka harus melewati jalan sempit diantara makam-makam di Kembang Kuning yang merupakan pemakaman Kristen.

Bangunan Kasih Agape terdiri dari dua lantai dengan luas ruangan hanya 6 x 4 meter yang dihuni oleh 72 anak berusia 5 bulan-18 tahun plus pengurus. Kamar yang tersedia hanya dua kamar besar yang diberi pembatas partisi untuk kamar laki-laki dan perempuan. Setiap kamar dihuni banyak anak sekaligus.

“Kami sedih melihat keadaan tempat tinggal mereka. Ketika berbincang dengan pengurus panti, mereka mengaku kewalahan membiayai kebutuhan pangan anak-anak,” ujar Amelia.

Lina, salah satu pengurus Kasih Agape, yang menyebutkan panti asuhan menghabiskan 10 kilo beras untuk makan anak-anak 3 kali sehari sehingga mereka kewalahan untuk menyediakan bahan makanan.

“Melihat keadaan tersebut, kami tergerak untuk memberikan sesuatu untuk mereka dalam rangka menyambut Natal,” ujar Amelia.

Manajemen dan karyawan kemudian memberikan sembako dan peralatan rumah tangga untuk kebutuhan sehari – hari. Seluruh anak-anak panti juga diundang untuk merayakan Natal bersama pada Senin (22/12/2014).

Anak-anak kecil balita diajak mengikuti lomba mewarnai, sedangkan yang lebih besar bermain games bersama karyawan hotel. Mereka juga menyanyikan lagu-lagu Natal dan bersantap bersama. Sebelum pulang, setiap anak mendapat bingkisan Natal berupa snack dan peralatan tulis.

Anak-anak tampak senang mengikuti acara tersebut dan menikmati hidangan yang disajikan. Anak-anak balita tampak berlarian kesana-kemari. Tingkah polah mereka yang polos dan ceria mengundang senyum para karyawan yang menjadi panita. Mereka tak segan menggendong beberapa bayi sambil memberi minum susu dengan penuh kasih, bahkan meninabobokkan sehingga tidur di pangkuan. Sementara anak-anak balita diajak bermain dan mewarnai.

“Acara ini memang terlihat sederhana, tapi diharapkan dapat memberikan keceriaan dan semangat Natal kepada mereka,” ujar Amelia.