Santika Gubeng Surabaya; Sajikan Kuliner Khas Jawa Timur

Santika Gubeng Surabaya; Sajikan Kuliner Khas Jawa Timur

Surabaya, Kabarindo- Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya menyajikan kuliner khas Jawa Timur secara buffet.

Tamu bisa menikmati bermacam menu dari Banyuwangi, Ponorogo, Madiun, Trenggalek dan Tulungagung hasil kreasi Chef Agung Susila bersama tim dapur Santika, hasil perjalanannya melakukan wisata kuliner ke 5 kota ini.

Ia mengatakan, perjalanannya tersebut untuk mendokumentasikan berbagai makanan khas kota-kota itu dan membawanya ke Santika untuk disajikan kepada tamu.

“Saya ingin memperkenalkan bermacam makanan khas dari kota-kota tersebut kepada tamu yang mungkin belum tahu dan belum pernah mencicipi. Jadi tamu tak perlu jauh-jauh ke sana untuk mencicipinya,” ujar Chef Agung pada Sabtu (28/6/2014).

Banyuwangi, Ponorogo, Madiun, Trenggalek dan Tulungagung memiliki kuliner khas masing-masing yang sedap dan bercita rasa cenderung pedas. Semuanya menggugah selera dan membuat ingin nambah.

Banyuwangi dikenal dengan makanan khas Nasi Tempong, Rujak Soto, Sup Kesrut, Sego Cawuk dan Rujak Cemplung. Ponorogo punya Rica-Rica Menthok dan Es Dawet Jabung.  Madiun terkenal dengan nasi pecel, Trenggalek dikenal dengan Nasi Gegog-nya, sedangkan Tulungagung terkenal Nasi Lodho-nya.

Nasi Tempong berasal dari kata tempong yang artinya 'menampar'. Maksudnya nasi ini memberikan rasa pedas dari sambal yang membuat wajah memerah seperti kena tampar. Nasi Tempong berupa nasi putih dipadu sayur kangkung, bayam, selada air, kembang turi, genjer, kubis, kacang panjang, terong dan mentimun ditambah sambal mentah berbahan cabai rawit, terasi dan ranti mentah (semacam tomat keriting khas Banyuwangi). Lauknya berupa dadar jagung atau gimbal jagung, tahu, tempe dan ikan asin.

Menu khas Banyuwangi yang juga populer adalah Rujak Soto, perpaduan unik antara lontong, aneka sayuran dicampur bumbu kacang dan disiram kuah soto babat. Rasanya rame. Kuliner khas lainnya adalah Sup Kesnrut dengan kaldu kental yang gurih dan daun bawang. Disantap dengan nasi, ayam goreng plus ketimun segar sebagai lalapan serta sambal tempong yang pedas.

Ada pula Sego Cawuk berupa nasi dengan kuah santan dicampur irisan ketimun, parutan kelapa muda dan jagung muda bakar yang sudah dipipil. Sego ini dilengkapi pindang, pepesan ikan laut atau telur bebek asin.

Madiun identik dengan nasi pecel berupa nasi putih dengan aneka sayuran rebus seperti kol, tauge, kembang turi yang disiram dengan bumbu kacang. Bumbunya terbuat dari kacang tanah yang ditumbuk halus, diberi sedikit air asem Jawa dan rempah lainnya.

Ponorogo punya Rica-Rica Menthok yang mungkin belum familiar bagi banyak pecinta kuliner di luar Kota Reog ini dan sekitarnya. Rica-Rica Menthok berasal dari Desa Dasun, Kecamatan Sampung, yang digemari masyarakat. Makanan ini berupa lauk daging menthok yang gurih namun pedas karena campuran cabai dan bumbu merica.

Menu ini cocok ditemani Es Dawet Jabung yang diambil dari nama daerah asal es dawet ini yaitu Jabung di selatan Ponorogo. Es ini terasa segar, terbuat dari bahan alami tanpa bahan  pewarna. Bahan dasarnya tepung aren yang dibentuk seperti lazimnya dawet. Kuahnya terbuat dari santan kelapa muda dengan gula aren dan sedikit garam. Untuk memperkaya rasa, ditambah tape ketan hitam.

Trenggalek punya Nasi Gegog yang merupakan menu khas dari Desa Srabah di perbukitan. Nasi ini dibungkus daun pisang dengan ikan teri dengan sambal, lalu dikukus menggunakan kayu bakar sampai matang. Nasi Gegog ini mirip arem-arem dengan rasa gurih dan pedas yang disajikan hangat.

Sedangkan Nasi Lodho Tulungagung disajikan dengan alas daun pisang dengan lauk daging ayam dan kuah kare yang bercita rasa pedas plus lalapan dan sambal. Rasanya bisa bikin ketagihan.

Santika juga menyajikan bermacam masakan Nusantara lainnya dengan aneka sambal mulai dari sambal bajak, sambal hijau, sambal matah, sambal terasi hingga sambal pencit. Selain itu tersedia bubur sumsum dan polopendem sebagai jajanan tradisional serta minuman khas wedang ronde dan bandrek.