Sanken Rilis Rice Cooker Baru; Di Kota Pahlawan

Sanken Rilis Rice Cooker Baru; Di Kota Pahlawan

Surabaya, Kabarindo - Terjadinya penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tak menyurutkan produsen elektronik untuk memproduksi perangkat baru.

Seperti yang dilakukan PT. Sanken Argadwija yang kini meluncurkan produk rice cooker tipe terbaru untuk segmen menengah atas yang belum banyak digarap produsen.

Hal ini dilakukan kata Teddy Tjan, Marketing Director Sanken karena potensi pasar rice cooker cukup besar dan bertumbuh tiap tahunnya. Total market di Indonesia kebutuhan rice cooker sekitar 25 juta unit per tahun.

"Semakin sadarnya masyarakat akan kesehatan, Sanken memproduksi rice cooker higienis, dengan model warna baru dan menarik. Produk ini untuk pasar middle high karenanya harga lebih mahal," katanya, akhir pekan kemarin.

Teddy menjelaskan produk baru tersebut yakni Super Com SJ-2300, SJ-2800R, dan SJ-2060 SP dibandrol kisaran Rp 350-450 ribu per unit. Rice cooker Sanken kali ini menggunakan panci stainless steel anti karat untuk menjamin masakan lebih sehat multifungsi mampu memasak berbagai jenis masakan, seperti menanak nasi, menghangatkan, mengukus, menggoreng, menumis, memasak sayur dan bubur.

Daya tampung rice cooker mulai 1 liter, 1,2 liter, hingga 1,8 liter dengan pilihan warna Hijau, Hitam, dan Merah.Di sisi energi, beban daya listrik yang diusung produk ini berkisar 300-350 Watt, dan menghangatkan 30-40 Watt. Sehingga mampu menghemat listrik karena menggunakan teknologi penghangat 3 Dimensi, yaitu dari atas, samping dan bawah.

“Masyarakat Indonesia sekarang makin pintar dalam memilih alat memasak nasi yang higienis. Stainless Steel adalah yang terhigienis dan sanken menyediakan yang diminati konsumen. Sanken supercom 10% kontribusi penjualan sanken secara valuenya. Dan diharapkan akan terus meningkat kontribusi nya terhadap perusahaan,” ujar Teddy Tjan seperti dilansir dari laman beritasatu.

Untuk produk baru ini, Sanken menggelontor 50.000 unit secara nasional. Untuk Jawa Timur, Sanken mendistribusikan 10.000 unit atau konstribusi sebesar 20% dari total produksi yang didistribusikan seluruh Indonesia.