Sandy Maulana; Islam Itu Indah

Sandy Maulana; Islam Itu Indah

XXI Blok M Square, Jakarta, Kabarindo- Redaksi di ajak untuk ikut mempromosikan dan peduli dengan film nasional.

Kali ini bersama Sandy Maulana dan Baby Niken untuk nobar film 99% Muhrim; Get Married 5 sore ini.

Ayah dari dua anak yang lucu, Andisa Leota Anabel Tumiwa (8 tahun) dan adiknya sudah berusia 6 tahun, Andisa Latafka Avram Tumiwa.

Yah, dulu memang masih dengan nama lamanya, tapi hijrah, Sandy Maulana makin mantap dan bersuka cita menuju muslim kaffah.

"Islam itu indah, Alhamdulilah semoga saya tetap istiqomah dan terus berada di jalan yang lurus dan selalu mengejar cahaya-cahaya Allah SWT sebagai petunjuk buat kita. Biarlah cahaya itu menyinari Indonesia mulai dari Timur sampai ke Barat. Saya ingin membangun akhlak generasi muda dari Timur Papua sampai Barat serambi Mekkah Darussalam Aceh," jelasnya sesaat sebelum menonton.

Film Indonesia hanya bisa kuat dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri kalau ditonton oleh masyarakat filmnya sendiri.

"Sebagai aktor atau pemain sinetron dan FTV tentu saja berharap bioskop seperti Blok M Square XXI ini ada di tiap wilayah DKI Jakarta, Pusat, Selatan, Timur, Barat dan tentu saja Selatan sebagai sentra agar Film Nasional bisa jadi tuan rumah. Sore ini saya bersama dengan teman-teman lainnya serta komunitasnya Baby Niken akan nonton 99% Muhrim; Get Married 5 karena Islam itu Indah," paparnya lugas yang memang menginginkan film Indonesia berjodoh dengan penontonnya.

Redaksi takjub dengan upaya Sandy sesaat menonton film ini langsung menyantap linknya (http://www.kabarindo.com/index.php?act=single&no=39636) berkenaan dengan 99% Muhrim dari PH Starvision ini yang menjadi sequel terakhir dari Get Married.

"Saya menyukai film drama yang berbalut religi yang tidak menggurui karena penonton itu ingin masuk bioskop untuk dihibur dan meraih banyak kesenangan dan sensasi beda sampai akhir film itu usai," ucapnya lugas.

Sandy mengakui di masa-masa hijrah ini tiap fitnah yang tertuju dalam dirinya menjadi hikmah dan memunculkan cahaya sejati.

Ia teringat ketika bertemu dengan salah satu rekan sutradara yang bercerita tentang kondisi yang terjadi di daerah pelosok dimana sarana ibadahnya minim sekali sampai-sampai tidak ada. Untuk itu, Sandy meluruskan dan menguatkan rencana untuk bisa membangun musholla kecil sampai mesjid.

"Tiap manusia punya pola yang mereka senangi dan selalu menjadi zona nyaman untuk berkutat pada kesenangan pribadi sehingga abai akan kewajiban berbagi sesama manusia tanpa mengenal Suku, Agama, Golongan dan Rasnya sekalipun. Filosofi toleransi itu adalah CINTA karena saat semua agama berkiblat pada hal tersebut. Saya ingin ambil bagian sebagai selebriti yang peduli berbasis CINTA untuk sesama manusia," jelasnya mengakhiri karena bergegas untuk membeli tiket.