Saat Dollar Stabil; Pemasaran Gadget Kembali Bergairah

Saat Dollar Stabil; Pemasaran Gadget Kembali Bergairah

Surabaya, Kabarindo- Sejumlah vendor peserta pameran Scomdex 23 di Surabaya optimistis produk mereka diminati oleh para pengunjung yang akan menghasilkan transaksi cukup besar.

Surabaya Computer Trade and Dealer Exhibition atau Scomdex 23 digelar oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Jatim di JX International, Surabaya, mulai Rabu – Minggu, 23-27 Oktober.

Pameran ini menawarkan beragam produk laptop, tablet, gadget dan aksesorisnya.

Diantara peserta pameran terdapat brand Binterjet, Lenovo dan Axioo. Masing - masing menghadirkan produk baru unggulan dan menawarkan promo untuk produk - produk tertentu guna menarik minat pembeli.

Binterjet merupakan mesin cetak produksi pabrikan lokal yang berbasis di Surabaya, CV Bintang Terang. Dalam Scomdex 23, Binterjet menghadirkan MooRobot, mesin replikator pencetak bermacam replika sebagai media promosi suatu produk.

Eko Agus Prasetyo, teknisi Binterjet, mengatakan MooRobot menyedot animo yang cukup tinggi dari para pengunjung. Menurut ia, animo ini juga tampak dalam pameran di JCC, bulan lalu. Bahkan cukup banyak yang berminat untuk memiliki, namun mereka harus menunggu.

“Banyak yang ingin membeli, tapi harus indent dulu. Alat ini baru dijual akhir November nanti. Saat ini kami baru mempromosikannya,” ujarnya.

Eko menjelaskan, MooRobot bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa desain produk maupun pebisnis yang ingin mempromosikan produk melalui replika yang terbuat dari bahan filament ABS.

MooRobot dibandrol Rp, 25 juta per unit. Menurut Eko, harga ini terjangkau mengingat mesin ini fungsional dan efisien sehingga menguntungkan bagi penggunanya.

Sementara itu, Yudi Margathe penanggung jawab booth Axioo dari Trimas Computindo, mengatakan pihaknya khusus menjual produk Axioo untuk laptop, tablet dan smartphone dalam Scomdex 23.

Trimas menawarkan beragam produk laptop, tablet maupun smartphone termasuk yang best seller dari ketiganya. Misalnya Axioo seri GGGV3 untuk tablet, Axioo seri Neon RNWC 825 untuk laptop dan Axioo Picophone X seri GDS untuk smartphone.

Selama pameran, Axioo memberikan harga khusus. Misalnya Axioo seri GGGV3 dipatok Rp. 1,299 juta. Setelah pameran harganya normal Rp 1,5 juta. Sementara harga promo Axioo Neon NRWC 825 dipatok Rp 3,299 juta, dibandingkan harga normal Rp 3,5 juta. Sedangkan Picophone X seri GDS dibandrol Rp 2,799 juta dibandingkan harga normal Rp 3 juta.

“Harga bisa berubah setiap hari untuk produk yang sama, bergantung promo dari pusat,” ujar Yudi.

Ia membenarkan, harga produk saat ini naik dibandingkan sebelum pertengahan September. Kenaikannya 5% - 15% bergantung pada jenis dan tipe gadget. Untuk produk best seller, harganya naik bertahap hingga 15%.

Menurut Yudi, kenaikan tersebut merupakan imbas dari naiknya dolar, namun harga produk Axioo lebih terjangkau dibandingkan brand lain. Keunggulan lainnya, Axioo memiliki kualitas bagus, suku cadang mudah diperoleh dan layanan purna jual yang cepat.

Yudi tidak mematok target tertentu, namun diharapkan pihaknya bisa menjual laptop, tablet maupun smartphone masing – masing 10 unit. Ia optimitis, Axioo mampu menjual banyak gadget terutama tablet yang digandrungi saat ini.

“Tablet banyak dimiliki mulai remaja, pebisnis hingga eksekutif. Tablet sudah menjadi tren dan mendongkrak gengsi penggunanya,” ujarnya.

Yudi merujuk pada penjualan tablet Axioo yang mencapai lebih dari 100 unit pada suatu pameran, Juni lalu. Angka ini menyumbang 30% dari total gadget yang terjual saat itu.

Produk unggulan juga ditawarkan Lenovo. Muchlis, marketing Lenovo, mengatakan brand tersebut menghadirkan notebook dan tablet unggulan yaitu notebook Lenovo S210T touchscreen yang tipis dan ringan serta tablet Lenovo A3000.

Selama pameran, Lenovo menawarkan harga promosi. Untuk notebook Lenovo S210T dipatok Rp 4,799 juta, sedangkan tablet Lenovo A3000 dibandrol Rp. 2,4 juta. Untuk menarik pembeli, tersedia lucky dip berupa T-Shirt, bagpack dan mug.

Menurut Muchlis, pihaknya tak menargetkan penjualan dalam Scomdex 23. Namun diharapkan mampu menjual produk sebanyak mungkin. Ia mengatakan, biasanya dalam pameran terjual 50 unit. Ia optimistis, angka ini bisa dicapai Lenovo dalam pameran ini, meski harga produk sudah naik 15% dibandingkan sebelum Lebaran.

“Orang membeli gadget lebih bergantung pada kebutuhan karena gadget sudah menjadi bagian dari perangkat TI yang digunakan sehari – hari. Harga soal kedua. Meski harga naik, kalau perlu, ya tetap beli,” ujar Muchlis.