SMK Neg 2 Subang; Ikut Rakor Kepariwisatan 2016 Di Batam

SMK Neg 2 Subang; Ikut Rakor Kepariwisatan 2016 Di Batam

Batam Centre, Hotel Harris, Kabarindo- Redaksi bersama dengan para bloggers Koalisi Online Pesona Indonesia- KOPI dan media massa ibukota.

Berkesempatan melakukan peliputan Rakor Kepariwisataan 2016 bersama dengan SMK Pariwisata seluruh Indonesia dengan berbagai kegiatan seperti Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan dengan narasumber dari Kemenpar yakni Prod. Dr. HM Ahman Syha selaku Deputi DBPKK, ada juga Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Kepala BNSP, perwakilan KemenakerTrans.

Salah satu dari mereka saat perjalanan, redaksi bersua dan banyak menerima informasi dari  Kepala Sekolah SMK Neg.2 Subang JabaR, yakni bapak Iim Gunawan.

Menarik, Ia menyesalkan data BPS 2016 yang menyebut SMK itu penyumbang pengangguran  terbesar.

"Saya sudah tiga tahun sebagai kepala sekolah dan pimpin 4 jurusan yakni Pariwisata, Pertanian, Pelayaran dan Teknologi sudah sekitar 2.100 alumnus yang terserap ke industri Pariwisata.SMK Neg.2 bekerjasama dengan hotel LembahSariMas. Selain itu Resort SariAter yang sudah punya MoU Praktek Kerja Industri dan pemasaran lulusan yang tiap tahunnya terserap 600-700 alumnus diberbagai kompetensi mulai dari F&B, Perjalanan Wisata, dan lainnya," paparnya gusar.

BPS harus mengungkapkan data akurat dan tentu saja respondennya dari mana sehingga menyebut SMK sebagai penyumbang terbesar pengangguran se-Indonesia.

Ia akan ikut Rakor Kepala SMK Pariwisata se-Indonesia yang akan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan dihadiri oleh Gubernur Kepri nanti malam di hotel Harmoni One.

Lanjut dijelaskan bahwa alumnus SMK Kepariwisataan sudah bergaji sesuai UMR 2,4 juta dan rata-rata di Subang memang semua industri wisatanya berasal dari SMK Neg 2 yang memang ada jurusan Pariwisatanya.

Beberapa provinsi dan pemkot sudah punya SMK Pariwisatanya sampai ke tingkat kabupaten seperti Bandung, Padang, Jakarta, NTB, Jabar, Banten, Bengkulu, Jambi, Sumbar, Jatim, Tangerang, Jateng, Bali atau Bandung yang SMKnya punya hotel sendiri yang beroperasi laiknya hotel komersil lainnya.