SLANK Nggak Ada Matinya; Siap Di Rilis Desember 2013

SLANK Nggak Ada Matinya; Siap Di Rilis Desember 2013

Jakarta, Kabarindo- Ada yang menarik yaitu posternya kali ini.

Produksi anyar pasca Manusia Setengah Salmon yang siap tembus 500 ribu penonton dan masih tayang dibeberapa bioskop, Starvision kembali merilis film terbaru yang terinspirasi eksistensi 30 tahun perjalanan Band SLANK.

Yah, redaksi sudah mendapatkan bocoran sebulan yang lalu dan sudah gregetan ingin merilis tapi harus menunggu approval baru pagi ini dapat Anda saksikan.

Karya dari Michael Alfian dan Diang MS sangat atraktif dan menjadi value point untuk tahu filmnya sehingga efektif menjadi promosi.

Apalagi kehadiran sineas muda Fajar yang menjadi next step dari produser kawakan yang bertangan dingin menyandingkannya dengan Garin Nugroho yang pernah mendokumentasikan eksistensi Slank beberapa tahun yang lalu.

Dari rilis yang diterima redaksi menyertai poster keren dari film berdurasi 100 menit ini.

Plot ceritanya menceritakan kisah SLANK pada periode akhir tahun 1996 hingga tahun 2000.  Karena menurut sineas pada masa ini merupakan masa-masa dimana SLANK mengalami sebuah titik balik yang mengubah SLANK hingga menjadi Band yang solid seperti sekarang ini.

Ada dua hal yang menarik di dalam periode ini, yang pertama adalah : Masuknya Bunda Iffet sebagai manajer SLANK. Ini merupakan hal yang sangat unik dan mungkin tidak bisa ditemukan di Band-band Rock n Roll di dunia. Tidak pernah ada ceritanya sebuah Band rock yang dimanajeri oleh Ibunya, dan mereka sangat bangga.

Yang kedua : Bergabungnya Abdee dan Ridho sebagai personel SLANK formasi yang ke 14. Dimana saya melihat, Abdee dan Ridho, sebagai musisi yang bersih dari narkoba, harus berada ditengah-tengah Band yang saat itu benar-benar tergantung pada narkoba. Abdee dan Ridho dengan segala upaya mereka berusaha mempertahankan SLANK agar tidak bubar sekaligus mereka bersama-sama Bunda Iffet, mendukung Bimbim, Ivan dan Kaka untuk bisa bersih dari narkoba.

Cassandra Massardi sebagai penulis skenario tetap dipercaya memperkuat visualisasi dengan jalan cerita yag cair dan ngepop serta tentu saja nge-slank karena Kasih begitu ia akrab disapa punya project dokumentasi anak band sehingga pasti klop dari teknik bertuturnya. Ia sebua bahwa sejarah menulis dirinya sendiri.

Anda akan tahu dari film ini, apa yang bisa menjadikan SLANK seperti sekarang ini? Apa yang sebenarnya mereka rasakan? Mereka takutkan? Mereka impikan? Apa yang membuat SLANK menangis atau jatuh cinta?

SLANK luar biasa. Bukan karena mereka manusia sempurna yang tidak pernah berbuat salah. SLANK bukan sosok hero tanpa cacat atau bahkan penuh dengan pencitraan. SLANK bisa saja dengan mudah menjadi sosok band-band legendaris internasional yang berakhir dengan tragis, dan menjadi kisah yang berakhir dengan "seandainya."

Tapi SLANK memutuskan untuk tidak menjadi klise. Tidak ada seandainya dalam SLANK. SLANK berbuat.

Sinopsis
Slank Bubar? 1996.  Abdee dan Ridho dipanggil SLANK untuk datang jamming bersama Bimbim dan Ivan. Ternyata, SLANK yang ingin membuktikan bahwa SLANK tidak bubar walaupun personil hanya sisa Bimbim, Kaka dan Ivan melakukan tur. Abdee dan Ridho pun diajak, dan diberi persyaratan untuk bisa membawakan 35 lagu SLANK hanya dalam waktu 3 hari! Tur keliling daerah pun dimulai, dan saat itulah dimulai pertualangan SLANK dengan format baru. Kehidupan rock and roll, mereka bertemu berbagai lapisan masyarakat, mengenal Indonesia, dan terutama.. mengenal diri sendiri.

Formasi baru SLANK dengan album TUJUH sukses besar, namun di saat itu pula ketergantungan Bimbim, Kaka dan Ivan akan narkoba semakin kuat.  Bunda Iffet, bersama Abdee dan Ridho pun berusaha supaya Bimbim, Kaka dan Ivan bisa lepas dari jerat narkoba, karena mereka semua yakin perjalanan SLANK masih panjang, dan masih banyak yang bisa mereka lakukan untuk orang lain.

Tidak ada yang bisa menghalangi SLANK untuk terus maju ke depan. Tidak narkoba, tidak perpecahan. Selama semua dijalankan bersama-sama. Dengan sahabat. Dengan keluarga. Dengan keluarga besar SLANK dan keluarga besar Indonesia.  Di film ini Anda akan jumpai Meriam Bellina yang akan berperan sebagai Bunda Iffet.

Bimbim diperankan olehAdipati Dolken, Kaka oleh Ricky Harun, Aaron Ashab sebagai Ivanka, Ajun Perwira sebagai Ridho dan Abdee dimainkan apik oleh Deva Mahenra. Tentu saja bertabur musik dan penampilan spesial dari SLANK.


SLANK Nggak Ada Matinya. Piss!