SAP Perkenalkan; Teknologi Tata Kota Di Indonesia

SAP Perkenalkan; Teknologi Tata Kota Di Indonesia

Surabaya, Kabarindo- SAP memperkenalkan konsep Urban Matters, sebuah visi dan pendekatan untuk bekerja sama dengan pemerintah dan warga kota guna menanggulangi berbagai tantangan dari pesatnya tingkat urbanisasi.
 
 “Di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, cara kita berinteraksi dengan kota dan pemerintah saat ini tampak seperti yang terjadi puluhan tahun lalu. Dengan tumbuhnya urbanisasi, makin banyak kota beralih pada teknologi dan model administratif baru seperti crowdsourcing untuk membantu mengatasi berbagai masalah besar. Dari transportasi hingga kesehatan, inovasi teknologi dan citizen engagement akan mengubah kota kita dan meningkatkan taraf hidup,” ujar Vivek Puthucode, Vice President for Public Services at SAP Asia Pacific Japan pada Senin (2/12).
 
Solusi - solusi SAP hadir pada saat kota sedang berkompetisi untuk meningkatkan investasi, bakat, ketenagakerjaan dan berlomba untuk menjadikan kota mandiri. Kompetisi ini membutuhkan fokus pada penyelenggaraan administratif dan penggunaan teknologi untuk mendukung agar kota menjadi kota terbaik atau best-run cities. Aspek intinya adalah kemampuan kota untuk mengawasi dan mengukur apa yang dikelolanya dan memberikan efisiensi pada tiap - tiap prosesnya untuk meningkatkan produktivitas.
 
“Perkotaan adalah pusat kehidupan jutaan warga Indonesia. Kami ingin membantu Jakarta dan kota - kota lainnya untuk menjadi best-run cities,” kata Suraj Pai, Vice President Platform Solutions SAP Southeast Asia.
 
Kemacetan adalah masalah utama perkotaan. SAP Labs China dan Research Institute of Highway Ministry of Transport berkolaborasi mengembangkan platform percontohan big data yang didukung teknologi SAP HANA di Beijing, Kunming, Chongqing dan Tianjin. Platform ini akan menyediakan pandangan yang real-time bagi pengelola transportasi kota sehingga dapat memahami situasi lalu lintas, arus penumpang, operasi taksi dan membuat keputusan berbasis fakta dengan cepat.
 
Platform seperti ini dapat mendorong kenyamanan mobilitas bagi warga Indonesia dan kemampuan untuk menghindari kemacetan, dapat mengurangi waktu hingga berjam-jam pada rata - rata perjalanan sehingga hal ini meningkatkan kualitas hidup.
 
SAP juga membantu sistem kesehatan berjalan lebih baik dan meningkatkan pelayanan pada pasien. Teknologi mobile memiliki peran kunci dalam memberdayakan para pasien untuk mengakses catatan medis mereka, memungkinkan dokter dengan mudah melihat catatan dan hasil tes pasien dari mana saja atau memungkinkan mobilisasi para perawat untuk melayani pasien di rumah daripada di rumah sakit yang lebih mahal.
 
SAP Electronic Medical Record memungkinkan para profesional kesehatan mengakses catatan medis pasien mereka secara elektronik dari iPads dan tablets. Dengan informasi di perangkat mobile, profesional kesehatan dapat mengakses sejarah pasien, rekam jejak kesehatan dan kolaborasi yang lebih baik dengan para profesional kesehatan dan pasien lainnya secara real-time. Aplikasi tersebut mengintegrasikan baik sistem informasi SAP maupun non-SAP yang tersedia di perangkat iOS dan Android.
 
Menjamurnya perangkat mobile yang terkoneksi telah merevolusi cara orang – orang berinteraksi dengan dunia di sekeliling merek di seluruh segi kehidupan. Namun pendekatan pemerintah masih banyak menggunakan model yang kuno.
 
Saat ini konsep CityApp SAP memasuki masa pengembangan yang akan membantu masyarakat untuk berkendaraan di dalam kota, tetap terinformasi, berinteraksi dengan kota dan lingkungan, melihat data kota dan menggunakan pelayanan kota.
 
Sistem informasi berbasis sensor memungkinkan kota untuk terlibat dengan warga, bisnis mereka dan komunitas mereka secara real-time. CityApp menggambarkan generasi selanjutnya dari citizen engagement.
 
“Konsep ini merupakan solusi yang tepat. Kami ingin memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih terkoneksi, nyaman dan terkelola baik. Strategi kami adalah menggabungkan teknologi berkelas dan ide - ide kelas dunia serta isu - su yang menjadi masalah bagi warga Indonesia,” ujar Suraj Pai.