Ruang Suara; Tampilkan Ensemble Modern Frankfurt

Ruang Suara; Tampilkan Ensemble Modern Frankfurt

Surabaya, Kabarindo- Ensemble Modern Frankfurt dengan dirigen Franck Ollu siap menghibur publik Bandung.
 
Mereka akan tampil dalam konser “Ruang Suara” yang digelar pada Minggu (6/12/2015) di Selasar Sunaryo Art Space, Bukit Pakar Timur, dengan membawakan karya 8 komponis Indonesia.
 
Kedelapan komponis tersebut adalah Aryadi, Muhammad Arham Risydul Malik, Stevie Jonathan Sutanto dan Muhamad Taufik dari Jakarta, Gatot Danar Sulistiyanto (Yogyakarta),  Gema Swaratyagita dan  Joko Winarko (Surabaya) serta Dewa Ketut Alit (Ubud).

Sebelum di Bandung, konser digelar di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, pada Rabu (2/12/2015), dan di Concert Hall ISI Yogyakarta, Jl Parangtritis, Yogyakarta, pada Jumat (4/12).

Gema Swaratyagita mengatakan, sebagai bagian dari Jerman Festival, Goethe-Institut Indonesien mengembangkan proyek musik yang besar bersama Ensemble Modern dan KfW Stiftung, yang didasarkan tradisi musik Indonesia yang kaya.
 
Ruang Suara adalah proyek bersama Ensemble Modern, KfW Stiftung dan Goethe-Institut Indonesien yang didukung oleh yayasan kebudayaan Kulturstiftung des Bundes. Ruang Suara adalah bagian dari Indonesia LAB, proyek kolaborasi antara Frankfurt LAB dan Künstlerhaus Mousonturm, Ensemble Modern, Staatliche Hochschule für Bildende Künste-Städelschule und Portikus, Hochschule für Musik und Darstellende Kunst Frankfurt am Main, Hessische Theaterakademie dan The Forsythe Company.
 
Program tersebut mempertemukan para komponis dan musisi muda Indonesia dengan Ensemble Modern asal Frankfurt, salah satu ensembel solois terkemuka di dunia untuk musik klasik kontemporer. Para komponis Indonesia turut berpartisipasi dalam workshop kolaborasi bersama anggota Ensemble Modern di Jakarta dan Frankfurt.
 
Pertemuan tersebut mendorong rasa ingin tahu dan fleksibilitas yang artistik sebagai bentuk eksperimen para musisi terhadap instrumen barat dan Indonesia serta mengeksplorasi jenis-jenis yang beragam dari notasi, penyeteman dan suara yang harmonis.
 
“Masing-masing komponis menciptakan karya khusus untuk Ensemble Modern yang menggambarkan pendekatan-pendekatan artistik yang berbeda dan menggabungkannya dengan musik teatrikal, audiovisual atau elemen elektronik, juga menggunakan lagu atau tarian dalam harmoni dan ritme musik gamelan,” ujar Gema dalam rilis yang diterima pada Sabtu (5/12/2015).