Rembuk Budaya TIM; Gelar Diskusi Terbuka

Rembuk Budaya TIM; Gelar Diskusi Terbuka

Galeri Cipta2 TIM, Cikini, Jakarta, Kabarindo- Ada beberapa paparan normatif dari fakta kebudayaan di dunia showbiz tanah air.

Diawali dengan budayawan dan filmaker Garin Nugroho yang mengulas otokritik para seniman, apakah itu musisi, pelawak ato aktor sekalipun yang berbicara berkesenian atau mempersoalkan strategi kebudayaan terkini.

"Indonesia terus menjadi sasaran pasar KPop atau JPop karena secara jeli menggunakan strategi budayanya secara cerdas dalam dunia pop secara franchise sehingga massive mengerogoti budaya nasional. Jangan terlalu berharap keterlibatan pemerintah apabila tidak adanya kepentingan jadi saya justeru lebih percaya dengan fenomena kelas menengah," papar Garin lugas.

Masih ada pembicara berikutnya adalah Ray Sahetapi dengan dimoderatori oleh Tengku Rifnu Wikana.

Lanjut, Garin menandaskan bahwa film sebagai bagian dari produk budaya, sesungguhnya seperti arti budaya yakni cara berfikir, bertindak dan bereaksi tidak saja penciptanya namun juga presiden, pemerintahan dan kekuasaan itu sendiri dalam bereaksi terhadap film.Maka, setiap periode pemerintahan melahirkan jenis film dan kematian film yang berbeda-beda.

Lanjut penegasan dari Ray Sahetapy yang memotret kondisi realitas ke-Indonesiaan dari obrolannya dengan sopir taksi.

Aktor lawas yang selalu berkumandang dengan salam nusantara mengingatkan bahwa bangsa Indonesia yang besar harus digerakkan oleh hal-hal mendasar yang sering terlupakan sehingga saat ada serbuan branding asing dari luar negeri lebih berdaulat ketimbang megartikan tentang Indonesia saja tidak dapat terjawab dengan tuntas.

"Nusantara adalah tanah air yang seimbang satu sama lain identik dengan keIndonesiaan sebagai sebuah gagasan yang cerdas membangun bangsa. Itu harus ada dalam film nasional kita sehingga menjadi sutradara harus bisa punya gagasan nusantara termasuk para penulis skenario, " paparnya lugas.


Ayo Bergerak Agar Negara Ikut Berperan..........!