Rakornas IPTEK 2015; Penguatan Daya Saing Nasional

Rakornas IPTEK 2015; Penguatan Daya Saing Nasional

Thamrin, Kabarindo, Jakarta- Untuk meningkatkan Intensitas Pengembangan Riset dan Teknologi.

Hari ini, di Auditorium BPPT, Thamrin, Jakarta diselenggarakan Rapat Koordinasi Nasional IPTEK 2015.

Rakornas Iptek 2015 berfungsi sebagai wahana interaksi, komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi antara Lembaga Riset dengan Dunia Usaha (industri) untuk meningkatkan intensitas kerjasama diantara keduanya; serta sebagai forum untuk memecahkan isu-isu strategis nasional yang terkait dengan Nawa Cita dengan pengarus-utamakan (mainstreaming) pada sektor pangan, energi dan maritim.

Tujuan dari Rakornas Iptek 2015 yang dihadiri oleh 400 tamu undangan dari berbagai institusi dan lembaga yang mewakili komponen Academician-Bussiness-Government (A-B-G) adalah untuk menghasilkan konsensus dan komitmen yang dapat mempererat kerjasama semua stakeholder Riset, Iptek dan Pendidikan Tinggi dengan Dunia Usaha/Industri dalam rangka peningkatan pemanfaatan dan penyalahgunaan hasil-hasil riset (hilirisasi produk riset) guna mendukung peningkatan nilai tambah, daya saing dan perekonomian Nasional.

"Meskipun kita tahu sumber daya manusia yang sangat terbatas serta belum masuknya perguruan tinggi dalam 500 besar, namum sangat besar untuk dapat berkontribusi didalam masalah pembangunan negeri ini, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya dibidang energi, pangan dan kemaritimin, dan saya berharap dalam Rakornas ini, apa yang akan kita lakukan selama ini dari hulu ke hilir, sekarang kita tidak melupakan juga bagaimana kebutuhan hilir untuk sampai ke hulu, dan sekarang kita harus menjadi human driven yakni melihat apa yang dibutuhkan oleh industri" ujar Muhammad Basir, Menteri Ristek dan Teknologi Republik Indonesia pada sambutannya di lantai 3 Audiotorium BPPT, Thamrin, Jakarta.

"Kita menyadari semua pihak yang hadir disini, menjadi tumpuan negara dalam meningkatkan indek kompetitif global Indonesia, untuk menjadi negara yang besar dengan penelitian dan inovasi yang kuat, Indonesia memerlukan dukungan sumber daya penelitian yang kuat di bidang SDM", kata Puan Maharani, Menteri Koodinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada sambutannya, yang turut hadir di pembukaan Rakornas Iptek 2015 dan beliau mengucapkan selamat atas terselenggaranya Rakornas Iptek 2015.

Disamping itu beliau mengatakan, "Iptek sebagai pilar demokrasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia dan pemerintah telah menetapkan tiga sasaran pembangunan Iptek kedepan yaitu diantaranya meningkatkan hasil penyelenggaraan penelitian, meningkatnya dukungan terhadap kegiatan Iptek termasuk penyediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta terbangunnya 100 techno park di tingkat kabupaten kota dan science park disetiap pemangku bisnis, lanjut beliau juga mengatakan, diperlukan Revolusi Mental dalam bidang riset dan dikti, agar riset yang dilakukan dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, jelasnya menutup sambutan.

Usai sambutan, Menristekdikti Muhammad Basir memukul gong, sebagai tanda secara resmi dibukanya Rapat Koordinasi Nasional 2015.