RI-Korsel Sepakat; Susun Langkah-Langkah Target Perdagangan USD 100 Miliar

RI-Korsel Sepakat; Susun Langkah-Langkah Target Perdagangan USD 100 Miliar

Jakarta, Kabarindo–  Kabar baik dari Seoul.

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat menyusun langkah-langkah untuk mencapai target perdagangan yang telah ditetapkan sebesar USD 100 miliar hingga pada 2020.

Korea Selatan berjanji meningkatkan perdagangan dan investasi di Indonesia.

Hal ini terungkap dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong dan Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Korea Selatan, Moon Jae-do yang berlangsung kemarin, Kamis (10/12) di Seoul, Korea Selatan.

Kedua negara sepakat untuk memulai kembali pembicaraan Kerja Sama Komprehensif Perdagangan Indonesia dan Korea Selatan (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IKCEPA) di bidang perdagangan barang, jasa, investasi. Kedua negara juga sepakat meningkatkan kapasitas di berbagai sektor seperti industri, pertanian, perikanan, dan sumber daya manusia.

"Kedua Kepala Negara telah menetapkan target perdagangan sebesar USD 100 miliar pada tahun 2020, maka kedua negara perlu segera menetapkan langkah-langkah kerja sama yang konkret,” jelas Mendag.

Korea Selatan merupakan negara mitra dagang terbesar urutan ke-7 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia, dan menduduki urutan ke-6 sebagai negara pemasok. Investasi Korea Selatan di Indonesia juga terus meningkat. Pada periode 2010-2014, Korea Selatan menduduki peringkat ke-4 dengan nilai investasi mencapai USD 6,82 miliar. Sektor investasi terbesar di tahun 2014 yaitu pertambangan, industri logam dasar, industri karet, dan industri kulit.
Mendag Tom Lembong ingin mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Salah satunya melalui upaya penciptaan iklim usaha yang kondusif dan atraktif. “Pemerintah saat ini fokus pada upaya penciptaan iklim usaha yang kondusif dan atraktif dengan mengadopsi kebijakan-kebijakan perdagangan dan investasi yang bersifat terbuka, praktis, dan rasional,” ungkap Mendag.

Pemerintah Indonesia, kata Mendag, juga sedang giat membangun berbagai infrastruktur sehingga Korea dapat memperluas investasinya. "Pada gilirannya investasi akan mendorong peningkatan ekspor produk industri, pertanian, dan perikanan Indonesia ke pasar Korea Selatan dan pasar lainnya," imbuh Tom Lembong.

Beberapa perusahaan besar di bidang infrastruktur, energi, petrokimia dan industri baja Korea Selatan juga menunjukkan peningkatan investasi dan berkomitmen mendukung perundingan penyelesaian kerja sama komprehensif Indonesia-Korea.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Korea Selatan Moon Jae-do menegaskan bahwa Indonesia merupakan tujuan investasi penting bagi banyak perusahaan Korea Selatan.

”Indonesia merupakan tujuan investasi yang sangat penting bagi Korea Selatan. Karena itu, Korea Selatan siap mendukung program pembangunan ekonomi dan meningkatkan kegiatan di berbagai sektor riil,” demikian ditekankan Moon Jae-do.

Perundingan Kerja Sama Komprehensif Indonesia-Korea Selatan telah berlangsung dalam tujuh kali putaran. Indonesia dan Korea Selatan telah berhasil menyelesaikan sebagian besar cakupan perundingan yang diperkirakan dapat meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi kedua negara.

Kendati demikian, masih terdapat beberapa isu kunci yang masih perlu pembahasan lebih mendalam. "Masih ada beberapa isu utama yang perlu dibicarakan yang merupakan kunci penyelesaian perundingan kerja sama komprehensif agar memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak,” imbuh Mendag.

Kunjungan Ke Industri Kreatif

Mendag bersama dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, juga berkesempatan berdialog dengan Vice-Chair CJ Group, Ms. Milky Lee, dan meninjau fasilitas pengembangan dunia hiburan dan kreatif CJ Entertainment &Media (CJ E&M).

Perusahaan raksasa ini memiliki tiga area bisnis, yaitu makanan, bio farmasi, dan hiburan. Perusahaan ini turut mendorong kuliner Korea mengglobal dan budaya K-pop mendunia.

"Industri film Korea Selatan menjadi tuan rumah di negara sendiri dan mendominasi pasar Korea Selatan sejak industri ini dibuka untuk investasi, termasuk investasi asing, di awal 1990-an,” kata Mendag.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas antara lain mengenai kerja sama yang dapat dilakukan oleh kedua negara untuk mengembangkan industri kreatif karena Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memiliki basis budaya yang kuat.