Puluhan Mahasiswa; Sambangi Arena TEI Ke-29

Puluhan Mahasiswa; Sambangi Arena TEI Ke-29

Jakarta, Kabarindo- Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta berbondong-bondong datang ke arena Trade Expo Indonesia (TEI) ke-29, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jumat (10/10).

Anehnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi tampak ceria menghadapi aksi mahasiswa ini. Ada apa sebenarnya?

Rupanya pada hari ke-3 penyelenggaraan TEI 2014, Wamendag Bayu sedang mengajak mahasiswa mengikuti tur akademik. Sekitar 80 mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara (UBINUS), Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI), dan Universitas Syekh Yusuf diajak berkeliling ke The Pride of Indonesia Pavilion (PIP) yang berlokasi di Hall D1 JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Mahasiswa melihat produk-produk berkelas dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia. Produk kualitas ekspor ini telah membawa nama Indonesia di kancah perdagangan dunia.

Wamendag Bayu mengaku bangga bisa memberi inspirasi perdagangan kepada mahasiswa. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan pelaku bisnis secara langsung. Mereka bertanya, menggali berbagai informasi keunggulan produk, kiat menembus pasar global, dan strategi ekspor. "Mereka bisa terinspirasi menjadi pelaku ekspor di masa yang akan datang," tutur Wamendag.

Tur akademik seperti ini sangat positif. Kementerian Perdagangan ingin membagikan kesan dan pengalaman tak terlupakan kepada mahasiswa, memupuk rasa bangga pada produk dalam negeri, dan mencintai produk Indonesia.

Mahasiswa juga bisa membandingkan produk kebanggaan nasional ini dengan produk dari luar negeri, seperti produk industri strategis dan hi-tech, industri manufaktur, produk ramah lingkungan, serta produk industri kreatif dan UKM unggulan. Di sebelah PIP, terdapat pula Paviliun ASEAN, juga stan produk premium, dan lifestyle.

Produk hi-tech industri strategis/BUMN yang tampil, antara lain didukung oleh PT. Dirgantara Indonesia, PT. Pindad, PT. INKA, PT. Biofarma, dan PT. ANTAM, yang memamerkan produk kapal laut, persenjataan, obat-obatan, hasil tambang, dan lain-lain. Berbagai produk manufaktur menjadi pemandangan yang menakjubkan, seperti kendaraan bermotor, produk kertas, ban, perahu karet, serta tekstil dan produk tekstil. Mahasiswa juga menyaksikan produk kreatif yang diusung UKM, seperti fesyen, perhiasan, alat musik, dan kerajinan.

Sesuai dengan tema TEI tahun ini, yaitu “Towards Green Business”, PIP mengedepankan produk-produk ramah lingkungan. Paviliun seluas 600 m2 tersebut menampilkan produk ramah lingkungan, seperti alat musik bambu (Indonesian Bamboo Community), furnitur yang menggunakan recycled material (CV. Nuansa Kayu Bekas dan PT. Surya Abadi Furniture), alas kaki dari serat bambu (Parker), serta kain tenun flores (Ikatflores) dan batik (PT. Galeri Batik Java Indidigo) yang keduanya menggunakan pewarna alam. “Hal utama yang ingin ditunjukkan adalah bahwa produk Indonesia yang dipromosikan ini ramah lingkungan,” tambah Wamendag.

Lebih lanjut, Wamendag menjelaskan penyelenggaraan TEI 2014 memberikan banyak nilai tambah dalam upaya peningkatan ekspor Indonesia. Salah satunya melalui kegiatan Dialog Interaktif (DI) antara Trade Promotion Office/Lembaga Importir asing dengan Pengusaha Indonesia. Dalam DI disampaikan mengenai peluang dan tantangan dalam memasuki pasar ekspor di negara akreditasi masing-masing.
Dialog Interaktif Bagikan Kiat Menembus Pasar Ekspor
Salah satu organisasi perdagangan Jepang yaitu, Trade Marketing Japan Co.,Ltd. memfasilitasi perusahaan-perusahaan ASEAN untuk mencari peluang bisnis di pasar Jepang dan memberikan kiat-kiat memasuki pasar Jepang. Misalnya para eksportir harus memahami karakteristik pasar dengan mengetahui prinsip kualitas, harga, keamanan, dan kesehatan yang diutamakan masyarakat Jepang, serta penggunaan kemasan yang berbeda di setiap saluran pemasaran yang digunakan. Selain itu, diinformasikan pula mengenai cara menarik perhatian pembeli dengan menyisipkan kisah unik untuk diceritakan dalam penjualannya.

Lembaga Importir lain juga memberikan kiat dan paparannya tentang bagaimana suatu produk dapat masuk dan berhasil dipasarkan di negaranya, antara lain adalah Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Finnpartnership dari Finlandia, Swiss Import Promotion Programme (SIPPO), Import Promotion Desk (IPD) Jerman, CBI dari Belanda, dan TFO Kanada.

Tak ketinggalan pula para importir asing yang telah mengimpor produk dari Indonesia juga memberikan kiatnya dalam memasarkan produk Indonesia di negaranya masing-masing. Bagaimana persyaratan dan standar yang dibutuhkan sangat bermanfaat dan mendukung eksportir dan calon eksportir potensial Indonesia. Keseluruhan kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah melalui TEI 2014 untuk terus membekali kesiapan eksportir Indonesia dalam memasuki pasar mancanegara.