Prospek Bisnis Perhotelan; Makin Cerah 2014

Prospek Bisnis Perhotelan; Makin Cerah 2014

Jakarta, Kabarindo- Tengoklah poros jalan Cikini, sudah ada Whizz hotel lalu cobalah tengok di Wahid Hasyim sudah ada 3 hotel baru lagi yang siap menyasar kelompok menengah atas.

Prospek perhotelan pada 2014 diperkirakan masih cerah. Agenda politik, seperti pemilu legislatif dan pemilu presiden, justru ditengarai akan meningkatkan tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel.

Meyriana Kesuma, Research Manager konsultan properti Coldwell Banker mengatakan, bisnis perhotelan selama 2014 tetap bergerak positif. Menjelang dan selama pelaksanaan agenda politik, banyak mobilitas politik ke daerah, terutama oleh calon legislatif dan tim sukses.

"Hal itu pasti menjadi faktor peningkat atau penyetabil okupansi," kata Meyriana di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Kunjungan wisata juga masih menjadi faktor penyetabil okupansi. Demikian pula sektor meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE) juga tetap bergerak positif. Sebab, perkantoran, baik swasta maupun pemerintah, tetap beroperasi normal selama 2014. Tentunya, agenda-agenda MICE juga tetap berjalan seperti sebelumnya.

"Okupansi cenderung stabil. Tidak naik, tidak juga turun. Kalaupun naik, hanya pada bulan – bulan tertentu. Tapi, secara keseluruhan, cenderung stabil," jelas dia. Sedangkan soal tarif, lanjut dia, diperkirakan naik 5%, mengikuti laju inflasi.

Sepanjang 2014, pertumbuhan proyek hotel baru juga bergerak positif. Para operator, baik lokal maupun asing, tetap bekerja sesuai target yang dicanangkan sebelumnya. Operator hotel dari luar negeri, seperti Australia, Prancis, dan Belanda tetap melanjutkan proyek hotelnya di Indonesia.

"Untuk bintang tiga dan empat, pertumbuhan terjadi di kota kedua di segmen kota besar. Misalnya, Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, dan Balikpapan. Sedangkan di Jakarta, lebih mengarah ke bintang lima. Itu pun hanya sebatas peningkatan pelayanan," papar Meyriana.

Di samping hotel bintang, proyek hotel bujet juga diperkirakan tetap positif. Namun, proyek-proyek tersebut cender ung bergerak ke kawasan wisata, seperti Bali, Yogyakarta, dan Bandung seperti dilansir dari laman beritasatu.