Produksi Padi Kaltim; Diprediksi Naik 8,32 Persen

Produksi Padi Kaltim; Diprediksi Naik 8,32 Persen

Samarinda, Kabarindo- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memprediksi bahwa produksi pagi daerah itu pada 2015 akan naik 8,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau bertambah sebanyak 35.503 ton gabah kering giling (GKG).

"Pada 2014 lalu produksi padi di Kaltim sebanyak 426.567 ton GKG, namun di akhir 2015 mendatang berdasarkan perhitungan kami, produksi padi di Kaltim bisa menjadi 462.070 ton GKG atau naik sebanyak 8,32 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Provinsi Kaltim Aden Gultom di Samarinda, Minggu.

Sedangkan produksi padi 2014 jika dibandingkan dengan produksi 2013 yang sebanyak 439.439 ton GKG, berarti mengalami penurunan minus 12.872 ton GKG atau turun 2,93 persen.

Menurut dia, meningkatnya perkiraan produksi padi sepanjang 2015, terjadi lantaran naiknya luas panen dan meningkatnya produktivitas per hektare (ha).

Pada 2014 luas panen padi di Kaltim sebesar 100.262 ha, sedangkan pada 2015 menjadi seluas 108.366 ha, atau terjadi kenaikan luas panen mencapai 8,08 persen.

Sementara tingkat produktivitasnya pada 2014 sebanyak 42,55 kuintal per ha, kemudian pada 2015 bertambah menjadi 42,64 kuintal per ha atau naik tipis sebanyak 0,09 persen.

Peningkatan produksi padi akan terjadi di tiga kabupaten, yakni di Penajam Paser Utara, di Kutai Kartanegara, dan di Kabupaten Kutai Timur.

Peningkatan produksi tersebut terjadi pada subround Januari - April yang sebesar 3.654 ton GKG atau naik 1,54 persen, kemudian pada subround September - Desember sebesar 43.665 ton GKG, atau sebesar 42,86 persen ketimbang periode yang sama 2014.

Sementara pada subround Mei hingga Agustus 2015 diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 11.846 ton GKG, atau minus 13,77 persen ketimbang subround yang sama 2014.

"Pola panen padi 2015 masih sama dengan pola panen tahun sebelumnya, yakni puncak panen terjadi pada periode Januari - April, kemudian periode Mei - Agustus luas panennya menurun, dan periode September - Desember luas panennya kembali naik sehingga produksinya juga ikut naik," kata Gultom seperti dilansir dari laman antaranews.