Produk Mainan Indonesia; Bersaing di Tingkat Dunia

Produk Mainan Indonesia; Bersaing di Tingkat Dunia

Jakarta, Kabarindo– Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk ketiga kalinya membawa mainan Indonesia untuk bersaing ke tingkat dunia.

Produk mainan Indonesia akan disejajarkan dengan produk-produk mainan dari Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Italia, Korea Selatan, Inggris, dan Spanyol.

“Produk mainan Indonesia akan bersaing dalam pameran Hong Kong Toys and Games Fair (HKTGF) di Hongkong. Ini kesempatan Indonesia menunjukkan kualitas produk-produk mainan kepada buyers dunia,” tegas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Nus Nuzulia Ishak, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

HKTGF 2016 akan digelar pada 11-14 Januari 2016 di Hong Kong Convention and Exhibition Center (HKCEC), Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Acara yang digelar setiap tahun ini sukses menjadi meeting point para buyers dunia dengan aneka supplier.

Tahun lalu, HKTGF 2015 menarik lebih dari 42.000 buyers dari 126 negara dan kawasan serta diikuti oleh lebih dari 1.990 peserta dari 40 negara antara lain Amerika Serikat, Kanada, India, Perancis, Jerman, Italia, Indonesia, Jepang, Korea Selatan. Pameran ini menampilkan produk-produk antara lain candy toys, educational toys & games, electronics & radio control toys, festive & party items, hobby goods, magic items, outdoor & sporting items, paper products & toy packaging, smart-tech toys, soft toys, dolls & kitchenware toys.
“Partisipasi (Kemendag) pada HKTGF sebelumnya berhasil meraup potensi dagang sebesar USD 2,76 juta. Kembali eksis, tentu saja kali ini kami berharap dapat meraih permintaan yang lebih besar lagi,” kata Nus.

Hong Kong berada pada peringkat ke-9 sebagai importir mainan Indonesia dengan didominasi produk sepeda roda tiga, skuter, mobil-mobilan dengan pedal, dan mainan beroda lainnya. Adapun lima negara terbesar tujuan ekspor produk mainan Indonesia periode Januari–Oktober 2015 adalah Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Jepang, dan Jerman.

Diprediksi Euromonitor bahwa pasar mainan global akan meningkat 3-6% dalam dua tahun mendatang. “Kemendag berharap Hong Kong dapat menggenjot ekspor mainan Indonesia,” terang Nus.
Tren ekspor mainan Indonesia ke Hong Kong meningkat dalam lima tahun terakhir yaitu mencapai 11,91% dalam lima tahun terakhir dengan nilai sebesar USD 10,79 juta (Januari-Oktober 2015). “Peluang pasar mainan yang tengah berkembang ini cukup besar untuk menggenjot ekspor nonmigas,” tambah Nus.

Pasar mainan, imbuh Nus, tidak hanya menyasar anak-anak, namun juga orang dewasa. Posisi
Hong Kong yang strategis juga menjadi penghubung bagi kawasan Asia Pasifik sebagai pasar produk mainan terbesar di dunia. “Hong Kong merupakan salah satu pusat logistik paling penting
di Asia. Peran Hong Kong sebagai hub ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan produk
mainan Indonesia ke dunia,” katanya.
Memboyong 11 perusahaan produsen mainan dan permainan, Indonesia menampilkan produk
play mate, bola, stuffed toys, ride on, feeding bootle, boneka, balon, baby walker, ride on, plastic
toy, dan inflatable toys dalam sebuah paviliun berdesain khusus mengusung tema “Trade with
Remarkable Indonesia”.

Perusahaan yang difasilitasi paviliun yang terletak di Hall 5 Level 5 dalam area seluas 99 m2 ini
antara lain Buana Mas Sejati, Inkor Bola Pacific, Sunindo Adipersada, Mahakarya Toy, Abason Baby
Products Industry, Royal Puspita, Jaya Latexindo Internusa, Sinar Harapan Plastik, Amarilys Karisma
Gemilang, Jakarta Tunggal Citra, dan Yolita Jaya Indonesia.