Produk Kreatif Tanah Air; Makin Di Uber Pasar Asia

Produk Kreatif Tanah Air; Makin Di Uber Pasar Asia

Jakarta, Kabarindo- Magnet baru Kementerian Perdagangan untuk meraih target peningkatan ekspor sebesar 300% membuat Atase Perdagangan RI di Kuala Lumpur bersiap diri. Bersama KBRI Malaysia, Atdag Kuala Lumpur mengikuti International Beauty Expo (IBE), 16 – 19 Mei 2015 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia.
Empat perusahaan yang difasilitasi KBRI Malaysia, Mustika Ratu, Martha Tilaar, Njonja Meneer, dan Sekawan Cosmetics sukses bersaing dengan 400 exhibitor lokal dan internasional seperti China, Hong Kong, Vietnam, Korea Selatan, dan Taiwan dengan membukukan transaksi dan potensial order Rp 1,2 miliar.

Atdag Kuala Lumpur Fajarini Puntodewi menuturkan bahwa Malaysia, Kamboja, dan Vietnam sangat tertarik dengan produk kosmetik Indonesia. Ketiga negara ini sangat potensial meningkatkan nilai order transaksi.

"Pameran kosmetik ini baru permulaan dari skema penetrasi perdagangan yang kami lakukan di Malaysia. Target kami terutama untuk menggenjot ekspor produk-produk unggulan Indonesia," kata Atdag Kuala Lumpur Puntodewi.

Dalam pameran ini, selain produk kosmetik juga dipromosikan perawatan badan dan mesin penghasil air soda (soda spa). Mesin penghasil air soda (soda spa) ini merupakan produksi Osystech Indonesia yang berpartisipasi secara mandiri.
Pameran yang dikunjungi sekitar 30 ribu orang ini banyak menampilkan produk-produk terbaru peralatan salon, kosmetik, perawatan badan (serta wajah), perawatan rambut dan kuku, kesehatan dan nutrisi, serta weight management. Produk-produk pelangsing badan, aneka masker wajah (tinggal pakai) dan lotion yang berasal dari Korea Selatan, Taiwan, dan China terlihat juga banyak diserbu pengunjung.

Menurut Puntodewi, pasar produk kecantikan di Malaysia masih terbuka bagi Indonesia. Data Department of Statistic Malaysia, impor produk kecantikan dan perawatan badan di Malaysia pada tiga tahun terakhir (2012 – 2014) tumbuh positif dengan tren meningkat rata-rata sebesar 3,65% setiap tahunnya. Dalam periode yang sama, impor dari Indonesia setiap tahunnya tumbuh rata-rata sebesar 6,31%.

Sementara ekspor produk kecantikan Indonesia tahun 2014 tercatat sebesar RM 148,38 juta (atau sekitar USD 44,96 juta), naik 4,81% dibandingkan tahun sebelumnya senilai RM 141,57 juta (atau sekitar USD 42,9 juta) dengan pangsa pasar sebesar 5,20%. Saat ini Indonesia adalah pemasok produk kosmetik keenam setelah Thailand, China, Singapura, Amerika Serikat, dan Prancis. Sementara Vietnam, Korea Selatan, Inggris, dan Hong Kong di posisi ketujuh hingga sepuluh.

Persaingan pasar terlihat cukup ketat. Meskipun produk Indonesia banyak diminati konsumen Asia dan Timur Tengah, para pengusaha Indonesia tetap harus menyesuaikan produknya seiring perkembangan teknologi. "Kita harus melakukan inovasi produk sehingga mampu menghasilkan produk perawatan kecantikan modern yang banyak diminati konsumen," kata Atdag Puntodewi.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia Herman Prayitno menegaskan diperlukan pendekatan produk yang tepat dan promosi yang berkesinambungan untuk meningkatkan pangsa pasar produk di Malaysia.