Pos Indonesia; Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 15%

Pos Indonesia; Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 15%

Jakarta, Kabarindo- PT Pos Indonesia (Persero) menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 15 persen pada semester II-2014.
Direktur Utama PT Pos Indonesia Budi Setiawan optimis target tersebut tercapai seiring sejumlah bisnis perseroan yang cukup besar pada semester mendatang.

"Juli dan September kita ada bisnis pengiriman 130 juta buku kurikulum 2013 ke seluruh Indonesia dengan nilai Rp200 miliar," kata Budi dalam acara pelepasan mudik gratis 2014 Pos Indonesia di Jakarta, Jumat (25/7).

Perusahaan, kata dia, akan fokus pada tiga produk unggulan yakni Weselpos Internasional, Weselpos Instan dan Pospay dalam mencapai target pertumbuhan semester II-2014.

Perusahaan juga akan menyiapkan kargo haji bekerjasama dengan Departemen agama (Depag) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengingat trend pengiriman peserta haji terus meningkat terutama dua hari menjelang rute Arafah. Pada saat peak season, kiriman jamaah haji mencapai 300 ton.

Pada semester I-2014, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,1 triliun dan laba bersih Rp110 miliar. Pendapatan disumbang paling besar dari mail dan parcel (55 persen), jasa keuangan (38 persen) dan sisanya pendapatan ritel, properti maupun logistik

Pos Indonesia menjadi operator logistik pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Pendapatan yang diterima Pos Indonesia selaku operator logistik sebesar Rp20 miliar untuk pilpres dan Rp60 miliar untuk Pileg.

Perusahaan juga mendapatkan pendapatan dari momen lebaran. Selama lebaran, transaksi Weselpos International tumbuh sebesar 22 persen menjadi 430.000 transaksi dari jumlah normal sebesar 300.000 transaksi. Sementara pengiriman parsel selama lebaran naik ditas 100 persen menjadi 120 ton dari kondisi normal sebanyak 30 ton. Harga rata-rata satu paket parsel adalah Rp30.000.

Pengiriman Weselpos internasional (western Union) juga mengalami kenaikan 22 persen menjelang lebaran menjadi Rp 1,3 triliun dari kondisi normal Rp 800 miliar. Pengirim terbanyak berasal dari Malaysia dan Hongkong.

Sementara, Weselpos Instant (lokal) tumbuh 17 persen menjadi 1,1 triliun dari kondisi normal yang hanya mengalami kenaikan 6 persen. Transaksi maksimal dalam weselpos adalah Rp 25 juta dengan mekanisme fix fee antara Rp10.000-Rp25.000 seperti dilansir dari laman beritasatu.