Polda Metro Jaya; Siap Gelar Operasi Lilin

Polda Metro Jaya; Siap Gelar Operasi Lilin

Jakarta, Kabarindo- Untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Jakarta dan daerah sekitarnya, Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Lilin mulai tanggal 23 Desember 2013 hingga 1 Januari 2014. Dalam Operasi Lilin ini akan diturunkan sebanyak 10.198 personel aparat kepolisian.

Sakil Kepala Daerah (Wakapolda) Metro Jaya Brigjen (Pol) Sudjarno menerangkan Operasi Lilin merupakan kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga Jakarta yang menjalankan ibadahnya merayakan Natal.

“Memang situasi di Jakarta pada umumnya kondusif. Tetapi menjelang Natal dan Tahun Baru, selalu menjadi atensi kita untuk bersama-sama melakukan pengamanan. Supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Karena itu, aksi terorisme tetap menjadi fokus perhatian kita,” kata Sudjarno usai rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/12).

Operasi Lilin difokuskan untuk mengamankan gereja-gereja yang akan melaksanakan Ibadah Natal dan Tahun Baru. Di Jakarta sendiri, ada sebanyak 948 gereja yang tersebar di Ibu kota yang akan diberikan pengamanan cukup ketat.

Jumlah tersebut tersebar di lima wilayah DKI Jakarta. Dengan rincian, sebanyak 219 gereja di Jakarta Barat, 125 gereja di Jakarta Pusat, 182 gereja di Jakarta Timur, 151 gereja di Jakarta Selatan, dan 271 gereja di Jakarta Utara.

“Kita akan fokus pada gereja-gereja besar, khususnya gereja Kathedral dan GPIB Immanuel di Jakarta Pusat. Jumlah personel pengamanan akan ditambah. Karena keduanya merupakan ikon dari kota Jakarta, bahkan Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, penjagaan di malam Tahun Baru 2014, Polda Metro Jaya akan mengerahkan aparat kepolisian memperketat pengamanan pada pusat-pusat keramaian. Seperti Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional (Monas), Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Ancol.

“Kami mengharapkan saat perayaan Natal dan Tahun Baru di Jakarta dan daerah sekitarnya dapat berjalan dengan aman. Tanpa terjadi adanya suatu keributan. Penjagaan ini juga untuk mengurangi tingkat kerawanan pada dua momen perayaan hari besar agama tersebut,” tuturnya.

Terkait keamanan Kota Jakarta pada perayaan Natal dan Tahun Baru, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penjagaan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan Jakarta pada momen perayaan agama Kristen tersebut harus ditingkatkan. Karena pencegahan lebih baik daripada setelah terjadi sesuatu hal yang bisa merusak keamanan dan ketertiban ibu kota.

Karena itu, Pemprov DKI menyerahkan pantauan keamanan dan ketertiban Jakarta kepada pihak intelijen. Sehingga dapat diantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu jalannya ibadah dan perayaan Natal.

“Saya titip upaya preventif. Tindakan pencegahan harus diberikan perhatian utama. Khususnya dari sisi intelijen agar dapat bergerak memantau gerakan-gerakan yang dapat menimbulkan kekacauan dan kerusuhan. Sehingga gerakan itu dapat dicegah secepatnya dan diminimalisasi, khusunya pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Jokowi seperti dilansir dari laman beritasatu.