Phapros Tanam 10.000 Mangrove; Di Pantai Maron

Phapros Tanam 10.000 Mangrove; Di Pantai Maron

Semarang, Kabarindo- Perseroan Terbatas Phapros berkomitmen untuk terus melestarikan lingkungan terutama dalam menahan laju abrasi di daerah pesisir pantai dengan penanaman 10.000 tanaman mangrove di Pantai Maron Semarang.

"Penanaman mangrove dilakukan di Pantai Maron karena di lokasi ini setiap tahunnya mengalami abrasi hingga 50 meter sehingga apabila dibiarkan akan mengancam keberadaan landasan pacu Bandara Internasional Ahmad Yani yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer," kata Direktur Utama PT Phapros Iswanto di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Iswanto usai pelaksanaan penanaman 10.000 tanaman mangrove di Pantai Maron Semarang yang merupakan kerja sama PT Phapros dengan Kodam IV/Diponegoro.

Ia menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program "Go Green" yang telah digalakkan PT Phapros sejak 2011 dan hingga saat ini sudah ada 380.000 mangrove yang ditanam oleh perusahaan yang bergerak di bidang farmasi tersebut.

"Kami berkomitmen menjadi perusahaan yang baik secara 'profit, people, dan planet' seperti yang tertuang dalam 'triple down target' dan penanaman mangrove ini sebagai salah satu cara untuk mewujudkan perusahaan yang baik tidak hanya dari sisi 'profit' dan 'people' saja, tetapi juga terhadap 'planet'," ujarnya.

Iswanto mengatakan bahwa PT Phapros telah memiliki rencana jangka panjang untuk pelestarian dan pemanfaataan mangrove atau "road map" hingga 2017.

Terkait dengan penanaman mangrove tersebut, PT Phapros mempunyai tujuan tidak sekadar untuk menahan abrasi, tetapi juga membina generasi muda lebih mencintai alam dan menjadi kader-kader mangrove di masa depan.

Menurut dia, PT Phapros melakukan riset dengan mengambil beberapa hasil produk mangrove untuk dijadikan sebuah produk dengan nilai tambah tertentu.

"Pendekatan yang kami lakukan cukup komprehensif, tidak sekadar menanam mangrove untuk menahan abrasi," katanya.

Bahkan saat ini, kata dia, PT Phapros sedang meriset kandungan alkaloid pada biji atau buah mangrove yang kemungkinan bisa dikembangkan menjadi produk obat.

"Kami sudah konsen pada 'herbal medicine' dan mempunyai produk Tensiguard yang terbuat dari sayuran seledri serta kumis kucing," ujarnya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo mengharapkan penanaman mangrove di lahan milik TNI seperti ini dapat terus dilanjutkan dan melibatkan banyak pihak sebagai bentuk upaya penghijauan di kawasan pesisir pantai.

"Silakan semua lahan milik Kodam IV/Diponegoro yang ada di Semarang, Cilacap, Kebumen, dan Kendal ditanami untuk penghijauan dan terintergrasi dengan pariwisata, sekaligus untuk mengurangi abrasi," katanya seperti dilansir dari laman beritasatu.