Petani Rusun Marunda; Dapat Bantuan Bibit Sayuran

Petani Rusun Marunda; Dapat Bantuan Bibit Sayuran

Jakarta, Kabarindo- Perusahaan penghasil benih, PT East West Seed Indonesia (Ewindo) memberikan bantuan 500 ribu benih kepada Kelompok Tani Marunda Hijau pada Jumat (15/8) pagi.

Bantuan ini diberikan setelah melihat keberhasilan para petani menanam hidroponik di rumah susun Marunda Blok A.

Glenn Pardede selaku Direktur Utama PT East West Seed Indonesia mengatakan bahwa pada tahun 2050 dunia akan mengalami krisis makanan. "Sayuran-sayuran seperti tomat, cabe, timun, sayur sawi, alpukat, kentang, coklat pada tahun itu sudah terbatas jumlahnya, sedangkan Indonesia masih memiliki masalah untuk menyediakan makanan untuk rakyatnya sendiri," ujar Glenn kepada SP Jumat (15/8) pagi.

Glenn mengungkapkan bahwa jumlah luas lahan pertanian di Indonesia jumlahnya masih terbatas, oleh sebab itu perlu lebih dikembangkan meski dengan lahan yang terbatas sekalipun. "Personal pouch bibit yang kami buat ini sangat praktis dan murah sehingga masyarakat perkotaan bisa berminat terhadap tanaman ini," jelas Glenn.

Dia berharap dengan semakin tingginya keaktifan masyarakat dalam menanam tanaman dan sayuran selain bisa dikonsumsi dapat pula berfungsi sebagai penghijauan kota. Untuk daerah perkotaan dikatakannya, tanaman yang cocok adalah sayuran berdaun yang simpel dan tidak memerlukan banyak perawatan, seperti kangkung, selada, dan puluhan varietas lainnya.

"Tahun ini kami targetkan 500 ribu bungkus untuk diproduksi, dan juga akan disebar hingga daerah-daerah di seluruh Indonesia yang memiliki jaringan pos Indonesia," ungkap Glenn.

Glen mengatakan ada 9000 tray yang saat ini diberikan perusahaannya kepada kelompok tani Marunda tersebut, dan hal tersebut merupakan bentuk komitmen dari Ewindo untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat bagi masyarakat.

"Namun kita juga memberikan varietas bibit harus sesuai dengan lingkungan, kalau di Marunda karena teriknya matahari, maka untuk mencegah tanaman layu, harus diberi jaring peneduh," tambahnya.

Glenn mengatakan setiap orang bisa mulai menanam tanaman asalkan media tanah yang digunakan tepat, yakni terdiri dari pupuk kandang 20%, arang sekam 10%, serabut kelapa 30%, dan tanah 40%.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Marunda Hijau Dea (45) mengatakan sangat terbantu dengan adanya bantuan benih tersebut.  "Ada 10 petani utama dan 20 petani yang merotasi bila petani utama sedang berhalangan, dengan luas yang baru dipakai baru 5000 meter persegi dan rumah tanaman yang baru juga luasnya 120 meter persegi dari 3 hektar lahan yang tersedia," jelas Dea.

Menurut Dea para petani yang mengerjakan rumah hidroponik rata-rata adalah pedagang yang mempunyai waktu banyak usai pulang berdagang.

"Dalam sehari kita bisa menghasilkan 100 kilogram sayur, dengan keuntungan Rp. 15 juta per bulan," ujar Dea.

Dea menjelaskan selama ini bibit masih yang digunakan di rumah tanaman di Marunda masih dibantu oleh Joko Widodo, namun dengan bantuan dari Ewindo maka petani dapat terbantu dalam segi permodalan seperti dilansir dari laman beritasatu.