Pertemuan Indonesia-Thailand; Fokus Produk Holtikultura

Pertemuan Indonesia-Thailand; Fokus Produk Holtikultura

Nusa Dua, Bali, Kabarindo- Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Thailand Niwattumrong Boonsongpaisan, hari ini (6/10) kemarin di Hotel Melia, Nusa Dua, Bali.

“Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas isu-isu mengenai kebijakan impor produk hortikultura, dan impor beras di Indonesia,” ungkap Mendag Gita.

Mendag Thailand menyampaikan keinginannya untuk mengekspor produk-produk hortikultura seperti cabai, wortel, durian dan produk pertanian lainya seperti beras ke Indonesia.

Namun, keinginan tersebut terhambat dengan adanya kebijakan di Indonesia mengenai pengaturan impor produk hortikultura, serta pembatasan pelabuhan masuk di Indonesia.

Untuk itu, Mendag Thailand meminta penjelasan mengenai kebijakan impor tersebut dan pembatasan pelabuhan masuk di Indonesia.

Mendag RI menjelaskan, “Peraturan impor produk hortikultura dirancang untuk meminimalkan kasus karantina dan memastikan terpenuhinya persyaratan keamanan pangan nasional. Indonesia kini lebih terbuka untuk sektor swasta, transparan, serta tidak ada pembatasan kuota,” tegasnya.

Terkait dengan pelabuhan masuk, Thailand dapat menggunakan pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Mas, Belawan, Soekarno Hatta. Namun, khusus untuk Tanjung Priok, Thailand harus mempunyai country recognation agreement (CRA) dengan Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Sementara itu, menanggapi keinginan Thailand untuk mengekspor beras, Mendag RI menyampaikan bahwa perdagangan beras menjadi kewenangan Bulog. Oleh karena itu, lanjut Mendag, Thailand dapat menghubungi Bulog jika berminat untuk mengekspor beras ke Indonesia.