Pertamina Sudah Teken Kontrak; Pasokan BBG 29,65 MMSCFD

Pertamina Sudah Teken Kontrak; Pasokan BBG 29,65 MMSCFD

Jakarta, Kabarindo- PT Pertamina (Persero) meneken kontrak pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan transportasi sebesar 29,65 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Penandatanganan kontrak dengan enam kontraktor penghasil gas tersebut dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis dengan disaksikan Menteri ESDM Jero Wacik.

Hadir pula Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Keenam kontraktor tersebut adalah PT Pertamina EP, PT PHE ONWJ, PT PHE WMO, PT Medco EP Indonesia, Santos (Madura Offshore) Pty Ltd, dan JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang.

Gas tersebut akan digunakan Pertamina memenuhi kebutuhan transportasi di wilayah Jabodetabek sebesar 18,1 MMSCFD, Jatim 10,2 MMSCFD, dan Palembang 1,35 MMSCFD.

Karen mengatakan, Pertamina akan terus meningkatkan infrastruktur BBG sebagai upaya mengurangi subsidi BBM sekaligus polusi.

"Sampai akhir 2013, jumlah SPBG yang tersedia berjumlah 34 unit," katanya.

SPBG berbentuk stasiun induk-anak, pipa, dan bergerak tersebut berlokasi di Jabodetabek 20 unit, Palembang lima, Surabaya lima, Banten satu, dan Balikpapan empat.

Jero Wacik mengatakan, pemerintah akan terus menyediakan gas bumi buat transportasi.

"Kalau perlu 100 atau hingga 200 MMSCFD, akan kami sediakan," katanya.

Menurut dia, ketersediaan gas di Indonesia cukup melimpah dan lebih murah dibandingkan minyak.

"Memang konsumen di awal mesti beli `converter` yang harganya mahal, namun selanjutnya akan murah," katanya.

Pemakaian gas juga akan mengurangi impor BBM sama halnya dengan bahan bakar nabati.

Sementara, Joko Widodo mengatakan pihaknya membutuhkan banyak SPBG bergerak untuk memudahkan pengisian bahan bakar.

"Dalam waktu dekat akan ada 1.000 bus transjakarta, 2.000 bus sedang, dan 3.000 bajaj yang semua pakai gas. Selain juga kendaraan dinas," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.

Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas J Widjonarko menambahkan, penandatanganan PJBG memberikan penerimaaan bagi negara dan kontraktor senilai 184,78 juta dolar AS.

Selain itu, pemakaian gas akan menghemat BBM hingga Rp7,8 triliun selama periode kontrak.