Pertamina MOR V; Uji Pasar Pertalite Di 33 SPBU

Pertamina MOR V; Uji Pasar Pertalite Di 33 SPBU

Surabaya, Kabarindo- PT Pertamina (Persero) mulai meiakukan uji pasar varian produk gasoline non-subsidi terbaru, Pertalite, di 103 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Menurut GM Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Ageng Giriyono, uji pasar tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon pasar dan konsumen terhadap Pertalite. Pertalite adalah varian baru dari produk gasoline non-subsidi Pertamina yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Harganya dipatok Rp. 8.400 per liter.

“Uji pasar ini supaya Pertalite lebih dikenal masyarakat. Tahapan ini sangat penting bagi Pertamina untuk mengetahui animo masyarakat terhadap Pertalite. Diharapkan Pertalite bisa diterima masyarakat,” ujarnya dalam pengecekan lapangan di SPBU Jl. Dr Soetomo Surabaya pada Jumat (24/7/2015).

Pengenalan Pertalite kepada masyarakat juga mengacu pada perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia. Pertalite memiliki level research octane number (RON) 90, yang membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini menjadi lebih baik dibandingkan dengan premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah.

Rahmad Muhammadiyah, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Jatim. mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran Pertalite, karena produk ini merupakan bahan bakar yang lebih baik dari premium dengan harga terjangkau.

Ageng mengatakan, uji pasar Pertalite di Jawa Timur dilakukan di 33 SPBU yang mencakup wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto. Rinciannya, uji pasar ini dilakukan di 20 SPBU di Surabaya, 9 SPBU di Sidoarjo, 2 SPBU di Gresik dan 2 SPBU di Mojokerto. Pertamina akan memasok 900 kiloliter per hari.

Ia menambahkan, tak ada batas waktu lamanya uji pasar. Hal ini bergantung pada respon masyarakat dan keputusan pemerintah.

“Makin cepat Pertalite diterima pasar, maka bisa segera di-launching. Pemerintah pusat yang akan menetapkan kapan di-launching nanti,” ujarnya.