Pertamina Goes To Campus; Dorong Kaum Muda Peduli Negeri

Pertamina Goes To Campus; Dorong Kaum Muda Peduli Negeri

Surabaya, Kabarindo- PT Pertamina mengadakan kegiatan Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2013 di Gedung Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Rabu (9/10) kemarin.

Dengan mengambil tema Kaum Muda Intelektual: Menciptakan Ketahanan Energi untuk Negeri, PGTC mengajak mahasiswa dan pihak akademisi untuk ikut menyumbangkan pemikiran demi masa depan generasi mendatang.

Kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian Pertamina di bidang pendidikan. Untuk tahun ini, PGTC dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Samarinda, Malang dan Surabaya.

PGTC merupakan ajang tahunan yang dilakukan dengan cara mengunjungi universitas – universitas di Indonesia untuk memberikan informasi kepada akademisi tentang fungsi dan peranan yg diemban oleh Pertamina.

Jekson Simanjuntak, Manager External Communication PT Pertamina, mengatakan diperlukan dukungan dari kaum muda intelektual dan dosen - dosen untuk terus berpikir, berjuang, berkreasi dan mendorong agar dapat mencapai ketahanan energi nasional dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Hal ini demi masa depan generasi mendatang.

“Dengan dilaksanakannya program ini, diharapkan pemahaman terhadap peran dan fungsi
Pertamina di masyarakat menjadi lebih dikenal,” ujarnya.

Menurut Jekson, masih banyak yang belum mengetahui transformasi yg sudah terjadi di tubuh Pertamina. Dengan kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengetahui posisi Pertamina saat ini.

Dalam acara tersebut diadakan talkshow yang menghadirkan pembicara salah satunya Marwan Batubara, pengamat migas yang juga Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS). Ia menyampaikan beberapa permasalahan energi dan alternatif solusi untuk menyelesaikannya.

Berangkat dari permasalahan energi global, Marwan menjelaskan kondisi saat ini. Ia merujuk data yang menunjukkan konsumsi minyak dan gas bumi terus meningkat. Termasuk penggunaan komponen energi maupun energi terbarukan. Untuk itu, diperlukan ketahanan energi global yang harus dimiliki setiap negara.

“Ketahanan energi global sangat penting. Setiap negara harus memiliki untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan energi,” ujar Marwan kepada ratusan mahasiswa.

Ia memaparkan hal-hal yang dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi. Ada empat hal pokok. Pertama adalah penguasaan sumber dan aset energi di wilayah atau negara. Kedua, memastikan jumlah pasokan energi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat domestik. Selanjutnya kestabilan harga, kemudian yang terakhir adalah tetap terjaganya kelestarian lingkungan dalam penyediaan energi.

Marwan menekankan, pentingnya memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia mencontohkan ketika masyarakat Batang menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) karena mereka berpikir keberadaan PLTU itu akan merusak lingkungan.

Marwan juga menyampaikan bahwa kilang minyak di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara – negara lain. Karena itu, dibutuhkan dukungan penuh dari konstitusi untuk membuat kebijakan-kebijakan yang tidak hanya menguntungkan pihak asing untuk meningkatkan industri migas di Indonesia.