Pengunjung PPI 2015; Tembus 20.000 Orang

Pengunjung PPI 2015;  Tembus 20.000 Orang

Jakarta, Kabarindo- Penyelenggaraan Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2015 yang berlangsung selama empat hari, tanggal 6 – 9 Agustus 2015 di Grand City, Surabaya mampu mendatangkan pengunjung lebih dari 20.000 orang.

Berdasarkan data, hingga hari ketiga, total pengunjung mencapai 14.488 orang, di mana pada hari pertama Kamis (6/8) sebanyak 3.614 orang, hari kedua Jumat (7/8) sebanyak 5.085 orang, hari ketiga Sabtu (8/8) sebanyak 5.789 orang, serta hari Minggu (9/8) hingga pukul 16.00 WIB sebanyak 5.823 orang dan diperkirakan nanti malam jumlah pengunjung akan menembus 6.500 orang lebih hingga pameran ditutup pukul 21.00 WIB.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dalam siaran persnya, Senin (10/8), mengatakan, antusiasme terhadap penyelenggaraan PPI 2015 tidak hanya terlihat dari jumlah pengunjung, melainkan juga dari komentar para peserta yang mengaku puas dan senang setelah dilibatkan dalam penyelenggaraan PPI 2015, karena selain dapat mempromosikan produk-produk unggulannya, juga mendapatkan tambahan pelanggan dan mitra bisnis baru.

Dikatakan, jumlah transaksi PPI 2014 hingga hari ketiga mencapai Rp 660.277.750, di mana pada hari pertama mencapai Rp 186.540.900, hari kedua mencapai Rp 286.421.850, dan hari ketiga mencapai Rp 187.315.000. Namun, kegiatan PPI ini tidak menargetkan besarnya nilai transaksi atau omzet penjualaan, karena tujuan utamanya adalah mengedukasi masyarakat serta menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri, terutama sasarannya kepada para generasi muda yang diharapkan dapat menciptakan produk yang kreatif dan inovatif sekaligus unjuk kemampuan industri dalam negeri sebagai upaya membangun terwujudnya kemandirian industri nasional.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak dan stakeholders yang terlibat dalam penyelenggaraan PPI 2015 di Surabaya ini, sehingga dapat berjalan lancar dan sukses sejak 6-9 Agustus 2015. Kami akan berusaha lebih baik lagi di PPI tahun depan, sehingga dapat terus meningkatkan rasa kecintaan dan kebanggaan masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk-produk dalam negeri sekaligus juga membangun kemandirian industri nasional,” kata dia.

Pameran yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Gubernur Jawa Timur Soerkarwo in sebagai sarana unjuk kemampuan industri dalam negeri, yang juga diharapkan untuk mempersiapkan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, salah satunya adalah pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015.

Oleh karena itu, Menperin menegaskan dalam sambutannya pada pembukaan PPI 2015, Pemerintah terus mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) karena merupakan kunci sukses sebuah upaya kolektif bangsa untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri dalam negeri, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Pameran yang memilih tema “Bangga Menggunakan Produk Indonesia” ini menempati area seluas 4.441 meter persegi, terdiri dari 159 booth dan 214 meter persegi untuk area tematik yang diisi produk-produk unggulan berbasis teknologi, inovasi dan kreativitas. PPI 2015 diikuti oleh 150 perusahaan, di mana sebanyak 35% peserta pameran berasal dari Jawa Timur, sedangkan sisanya dari berbagai daerah lainnya, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, DKI Jakarta, Banten, dan lain-lain.

Ada pun produk-produk yang dipamerkan dalam PPI 2015 ini dikelompokkan ke dalam beberapa zona berdasarkan kelompok industri sebagai berikut: Kerajinan dan Perhiasan; Furniture (rotan, kayu, dan bambu); Tas, Kulit, dan Alas Kaki; Garmen, Tekstil, dan Tenun; Makanan dan Minuman; Kosmetik dan Herbal; Industri Aneka; Alat Rumah Tangga dan Bangunan; Alat Transportasi dan Pendukung; Elektronika dan Telematika; Alat Pertanian, Kesehatan, dan Permesinan; serta Hasil Litbang Unggulan dari Balai Besar dan Baristand serta unit pendidikan Kementerian Perindustrian yang berlokasi di Jawa Timur dan sekitarnya.

Pengunjung PPI 2015 tidak hanya berasal dari Kota Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga berasal dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Lampung, Padang, dan Bali. Bahkan, ada yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, dan Tiongkok. Antusiasme pengunjung tersebut berkat informasi yang disebarluaskan melalui media massa, media sosial, dan media luar ruang, di mana sebagian besar mereka ingin mengetahui dan mencari barang-barang berkualitas dari Indonesia seperti dilansir dari laman beritasatu.