Pendataan PMI; Di Pengungsian Rokatenda

Pendataan PMI; Di Pengungsian Rokatenda

NTT, Kabarindo- Memasuki hari ke-9 pasca meletusnya gunung Rokatenda di Pulau Palue Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu, arus pengungsi bencana erupsi gunung api Rokatenda masih berdatangan.

Menurut data per-Senin (19/8) yang dihimpun oleh tim assesmen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka, terdapat 1.049 jiwa (388 Pria, 661 Wanita) yang mengungsi di Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Rokatenda di eks Kantor Bupati Sikka. Di antara mereka terdapat kelompok rentan yang terdiri dari 11 bayi , 119 balita, 7 ibu hamil, 108 lansia dan 2 orang penyandang disabilitas.

“Sampai saat ini pengungsi masih terus berdatangan dikarenakan suhu udara di lokasi bencana semakin tinggi dan bau belerang semakin menyengat” jelas Octavianus Adityo, korlap tim PMI dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Ditambahkan Octavianus, menurut info dari pihak Kodim 1603 Sikka, akan ada evakuasi lanjutan dari TNI dan Polri terhadap warga Pulau Palue yang berada di zona merah dengan KRI Sultan Nuku.

Di pengungsian, relawan PMI membantu mendata kebutuhan para pengungsi yang dibutuhkan sampai saat ini.

“Hygiene kit (alat kebersihan), paket sekolah, alas tidur, selimut, kelambu, dapur umum dan tenda  merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan oleh pengungsi disini” jelas Octavianus.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, PMI bekekerjasama dengan BPBD dan instansi lainya mendistribusikan 170 paket hygiens kit, 10 baby kit, 5 koli selimut, 70 lembar tikar, 12 paket family kit, dan 1000 masker.

“Kami harus memikirkan jumlah pengungsi yang terus bertambah dan terbatasnya jumlah bantuan. Oleh karena itu, kami fokuskan bantuan untuk pengungsi yang ada ditenda agar tepat sasaran dan efektif,” tambah Octavianus.

Magdalena Bali, salah seorang seorang penerima bantuan mengatakan, bantuan PMI sangat bermanfaat baginya yang membutuhkan peralatan mandi.

“Bantuan hygiene kit dari PMI menjawab kebutuhan saya,” kata pengungsi asal Pulau Palue ini dengan senang.

Tidak hanya mendata bantuan, PMI juga membantu mendata masalah kesehatan yang melanda para pengungsi. Mulai dari Insfeksi Saluran Nafas Atas (276 kasus), gangguan lambung (74 kasus), nyeri otot sendi (72 kasus), darah tinggi (55 kasus), gangguan saluran pencernaan (17 kasus), diare (13 kasus), sakit kepala (11 kasus), kurang darah atau anemia (11 kasus) dan luka (7 kasus).

Sebelumnya, relawan PMI juga telah memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak pengungsi dengan beberapa kegiatan seperti menyanyi, bermain sepak bola, hulahop, dan beberapa kegiatan lainnya.

Menurut Bone Fasus, aktivitas bermain yang dilakukan Relawan PMI terhadap Leon anaknya dan pengungsi lainnya sangat membantu

“Dengan diajak bermain oleh Relawan PMI, dapat menguatkan mental anak-anak, termasuk Leon anak saya. Mereka jadi riang dan semangat di tengah situasi seperti ini,” kata Bone Fasus.