Pemprov DKI; Gelar Smoke Free Jakarta

Pemprov DKI; Gelar Smoke Free Jakarta

Jakarta, Kabarindo- DKI Jakarta masih dikepung dengan asap rokok.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengatur Kawasan Dilarang Merokok di tempat umum dan tempat kerja, karena dipandang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.


Disamping itu berkenaan dengan permasalahan asap rokok, industri rokok di Amerika Serikat, Eropa hingga Indonesia pernah menyangkali bahwa rokok itu mengandung bahan adiktif, mengganggu kesehatan, bahkan membunuh para perokoknya, juga menyangkali bahwa asap rokok membahayakan orang-orang yang tidak merokok.

Hal ini disikapi serius oleh kalangan masyarakat dan komunitas pemerhati lingkungan kesehatan masyarakat, salah satunya Koalisi Smoke Free Jakarta, sebagai koalisi NGO dan individu yang fokus terhadap upaya perlindungan warga Jakarta dari bahaya rokok orang lain.


Oleh sebab itu, Koalisi Smoke Free Jakarta untuk mewujudkan cita-cita Jakarta bebas asap rokok, hari ini, 29 September 2015 pukul 09.30 WIB,  menggelar konferensi pers di salah satu tempat warung kopi di daerah Kemang.

Hal ini dibahas tentang sudah waktunya kita perlu melakukan upaya kajian, serta sosialisasi dan advokasi terhadap bahaya rokok dan asap rokok, dan mendorong adanya peran aktif masyarakat serta  menguatkan pengawasan dan penegakan hukum oleh pemerintah daerah yakni di Provinsi DKI Jakarta.
Dollaris Riauaty Suhadi selaku Koordinator Smoke Free Jakarta,  pada kesempatan bicaranya mengatakan tentang sangat perlunya penegakan hukum dan penerapan sanksi kepada para pelanggar yang tidak mentaati aturan yang berlaku dan pemerintah daerah harus tegas terhadap pelanggar aturan tersebut, karena yang dilanggar oleh mereka(pelanggar) itu, bukan hanya tempat perbelanjaan atau gedung perkantoran, tetapi tempat yang seharusnya dilarang  alias streril dari asap rokok yakni Rumah Sakit, jelasnya.


Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa bahaya asap rokok bukan hanya merugikan perokok aktif saja, melainkan dampaknya sangat berbahaya bagi perokok pasif. Terjapan asap dari perokok aktif, memiliki dampak langsung seperti iritasi mata, mual, sakit kepala dan batuk-batuk. Dan apabila ini terjadi dalam jangka panjang, asap rokok itu dapat mengakibatkan beragam penyakit kronis bahkan sampai risiko kematian.

Menurut Survey dan Analisa Tabacco Atlas 2015, menyatakan bahwa jumlah kematian akibat rokok di Indonesia pada tahun 2014 setidaknya mencapai 217.400 orang dan dari angka tersebut setidaknya ada 25.000 orang yang meninggal akibat jadi rokok pasif ini.
Namun para perokok sendiri, sering kali mengklaim bahwa merokok adalah kebebasan pribadi dan tidak jarang menyebutkan kegiatan merokok itu sebagai Hak Asasi Manusia (HAM), Inilah yang kami anggap suatu pemahaman yang salah dan keliru.

Justru sebaliknya hal yang tersebut, sebenarnya merupakan pelanggaran HAM itu sendiri karena manusia berhak atas udara bersih dari asap rokok dan telah melanggar hak kesehatan dan hak hidup setiap orang.
"Kami, Koalisi Smoke Free Jakarta masih banyak menemukan banyaknya ketidaktaatan masyarakat yang merokok di sembarang tempat dan masih banyak gedung-gedung atau tempat-tempat yang tidak memasang atau mengabaikan pmasangan tanda dilarang merokok," ujar Dollaris Riauaty Suhadi lanjut.

Pada acara tersebut hadir, para pengamat, aktivis yang tergabung dalam koalisi Smoke Free Jakarta, seperti dr. Hakim Sarimuda Pohan Sp.Og dan dr. Kartono Muhamad dari Indonesia Tabacco Control Network serta hadir juga, dr.Widyastuti Soerojo (IAKMI) dan Hery Chariansyah dari komunitas Raya Indonesia.

Pada kesempatannya, dr. Widyastuti menyampaikan, bahwa kita perlu peradaban yang membawa sifat kebersamaan untuk saling melindungi dan memahami rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap orang banyak, tuturnya mengomentari tentang kurangnya rasa menghargai terhadap sesama manusia.

Oleh karena itu Koalisi Smoke Free Jakarta mengajak masyarakat dan yang tergabung dalam koalisi untuk ikut mewujudkan serta bertekad menegakkan hukum terhadap Kawasan Dilarang Merokok di DKI Jakarta Khususnya.

Ayo ikut berpartisipasi dalam menciptakan wilayah DKI Jakarta yang tertib dan bebas asap rokok ....



Bravo...