Pemkab Malang 2015; Fokus Bangun Infrastruktur Kawasan Perbatasan

Pemkab Malang 2015; Fokus Bangun Infrastruktur Kawasan Perbatasan

Malang, Kabarindo- Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, memilih fokus membangun infrastruktur di kawasan perbatasan guna membuka akses sektor perekonomian masyarakat di wilayah itu yang selama ini belum banyak tersentuh.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, Mohammad Anwar, Selasa, mengakui tahun ini Pemkab Malang memang fokus membangun infrastruktur, khususnya jalan-jalan di kawasan yang berbatasan dengan kota atau kabupaten lain. Tujuannya, untuk membuka akses sekaligus dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

"Selama kawasan perbatasan Kabupaten Malang memang belum banyak diperhatikan pembangunan infrastrukturnya dan sesuai program tahun ini, kawasan perbatasan menjadi fokus perhatian kami dengan harapan potensi yang ada di kawasan itu bisa tereksplorasi secara maksimal," ujarnya.

Ia menilai potensi ekonomi dan wisata di kawasan perbatasan sangat menjanjikan, termasuk bidang pertaniannya. Agar potensi tersebut memberikan nilai ekonomi tinggi, harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai, sehingga arus transportasi akan mudah dan secara otomatis perekonomian akan terdongkrak.

Jika infrastruktur sebagai akses utama transportasi di kawasan perbatasan memadai, lanjutnya, roda perekonomian masyarakat bakal meningkat dan secara perlahan angka kemiskinan di daerah ini akan berkurang, termasuk jumlah desa tertinggal pada tahun ini juga harus dientaskan secara tuntas.

Menurut Anwar, sebenarnya sebagian besar akses jalan yang melintas di wilayah Kabupaten Malang sudah cukup baik. Ia mencontohkan kondisi jalan nasional sepanjang 115,6 kilometer dan jalan provinsi sepanjang 110,12 kilometer semuanya dalam kondisi baik.

Begitu juga dengan kondisi jalan kabupaten yang mencapai sepanjang 1.668,76 kilometer, 92,93 persen atau sekitar 1.550,78 kilometer juga cukup baik. Sedangkan sisanya sepanjang 101,43 kilometer dalam kondisi rusak, namun yang rusak berat sepanjang 16,55 kilometer atau 0,99 persen.

Mengenai infrastruktur jembatan, Anwar mengatakan ada 395 titik dan semuanya masih dalam kondisi layak pakai. "Selain berencana membangun jembatan baru untuk menghubungkan antarwilayah, jembatan yang ada sekarang ini akan kami rawat agar tidak sampai terjadi kerusakan," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.