Pembangunan Rusunawa Jatinegara Barat; Dimulai Pas Tahun Baru 2014

Pembangunan Rusunawa Jatinegara Barat; Dimulai Pas Tahun Baru 2014

Jakarta, Kabarindo- Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto.

Ia melakukan pencanangan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Jatinegara Barat di Jakarta, Senin (30/12). Rusunawa ini nantinya diperuntukan bagi masyarakat yang saat ini tinggal di bantaran Sungai Ciliwung.

Menurut Djoko, pihaknya akan memulai pembangunan dua menara ini Jatinegara Barat ini, masing-masing 16 lantai. Jumlah hunian yang ada di menara 1 sebanyak 280 unit satuan rumah susun dan menara dua sebanyak 266 unit satuan rumah susun. Keseluruhan unit hunian tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat yang kini tinggal di bantaran sungai Ciliwung khususnya pada segmen Kampung Melayu sampai Manggarai.

Djoko mengatakan, selain menyediakan hunian yang layak, aman dan nyaman bagi warga masyarakat juga menjadi bagian dari penanganan permukiman kumuh. Djoko menyebutkan, pembangunan Rusunawa di DKI Jakarta sudah dilakukan oleh Kementerian PU sejak tahun 2005. Hingga tahun 2009 telah dibangun 19 menara atau 1.850 unit satuan rumah susun (sarusun), yang saat ini sudah hampir seluruhnya terhuni. “Pembangunan beberapa menara rusunawa di DKI Jakarta oleh Kementerian PU sendiri adalah bagian perwujudan dari kepedulian yang dimaksudkan untuk membantu Pemprov DKI dalam mengatasi permasalahan permukiman di wilayahnya,” tambah Djoko.

Djoko berpesan agar penanganan permukiman kumuh dan pencegahannya selalu menjadi agenda prioritas bagi pemerintah daerah, dan mendapatkan alokasi dana yang cukup signifikan. Pola penanganan permukiman kumuh dengan pembangunan rusunawa ini telah layak dijadikan contoh bagi kota-kota metropolitan dan kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia. “Harapan kami, pembangunan rusunawa seperti di DKI Jakarta ini, tidak hanya sekedar berhenti pada pembangunannya, namun juga tetap dapat berkesinambungan dalam pemeliharaan dan pengelolaannya,” tegas Djoko seperti dilansir dari laman beritasatu.

Sementara itu Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Imam S Ernawi menjelaskan, pembangunan Rusunawa Jatinegara Barat difasilitasi oleh Kementerian PU di atas tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan peruntukan bagi sebagian masyarakat yang saat ini tinggal di bantaran Sungai Ciliwung. “Keberadaan Rusunawa ini selain untuk menyediakan hunian layak, nyaman dan aman bagi masyarakat, secara tidak langsung juga akan menjaga ekosistem di bantaran Sungai Ciliwung,” kata Imam.

Imam melanjutkan, lama pelaksanaan pembangunannya adalah satu tahun yakni tahun 2013 - 2014, dengan total anggaran Rp 160, 24 miliar. Terdiri dari Tower A, 280 unit hunian tipe 30 seharga Rp 81,45 miliar dan Tower B seharga 266 unit hunian tipe 30 seharga Rp 78,79 miliar.

Diketahui bahwa lokasinya berada di Jl. Jatinegara Barat Raya, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dibangun di atas lahan eks Kantor Dinas Teknis Provinsi DKI Jakarta.