Pembangunan Monorel Jakarta; Kembali Dilanjutkan

Pembangunan Monorel Jakarta; Kembali Dilanjutkan

Jakarta, Kabarindo- Satu lagi sarana transportasi massal di Ibukota, yakni monorel secara resmi dilanjutkan ground breaking (peletakan batu pertama) untuk pembangunannya pada hari ini, Rabu (16/10) oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).

Ground breaking transportasi yang juga berbasis rel ini dilakukan di kawasan Setiabudi Utara, tepatnya di dekat Tugu 66, Kuningan, Jakarta Selatan. Di tahap pertama, pembangunan monorel yang dilakukan oleh kontraktor China Communications Constructions Company Limited (CCCC) bersama perusahaan mitra lokal ini akan melakukan pekerjaan fondasi pear kolom lanjutan di Setiabudi Utara dengan memasang tiang boor pile yang baru.

"Ini membangun tiang baru, sementara tiang lama yang sudah ada akan dilakukan uji lagi karena beda kriteria sehingga harus ada kajian," kata juru bicara PT Jakarta Monorail (JM) selaku pengembang monorel, Bovanantoo sebelum peresmian, Rabu (16/10).

Lokasi ground breaking monorel yang dilakukan saat ini berada di jalur Green Line, disebutkan Bovanantoo di setiap 24 meter akan dibangun tiang penyangga. Sebab, tiang yang sudah ada sebelumnya belum memenuhi yang seharusnya atau baru dua persen saja.

"Untuk jalur Green Line ini, target pengerjaannya semua mulus yakni tiga tahun," terang Bovanantoo.

Pengerjaan pembangunan monorel ini akan dimulai dari jalur Green Line terlebih dahulu dengan target pengerjaan selama tiga tahun. Sementara untuk jalur Blue Line akan mulai dikerjakan setelah jalur Green Line dan depo sudah rampung dengan waktu selama tiga tahun pula.

"Kita start dari green line, dilakukan simultan tidak paralel setelah engineering bisa diyakini baru pada pertengahan Blue Line dimulai. Green Line dan depo, begitu jadi Blue Line on," kata Bovanantoo.

Bovanantoo menyebutkan, biaya atas sistem yang nanti diterapkan baik di jalur Green maupun Blue Line adalah senilai 900 juta US dollar. Sementara untuk total biaya seluruhnya baik sistem maupun pembangunan stasiun adalah sebesar 1,5 milliar dollar.

Sementara untuk operasionalnya sendiri, disebutkan Bovanantoo baru bisa dilakukan setelah loop tetutup dan dilakukan testing pada akhir 2016 atau awal 2017.

Antisipasi kemacetan saat pembangunan, disebutkan Bovanantoo akan dilakukan pada malam hari, yakni mulai pukul 21.00-05.00 WIB. Hal tersebut dilakukan karena pekerjaan yang ada cukup mengganggu lalu lintas di sekitar pembangunan.

"Kita lakukan malam hari, karena pekerjaannya cukup mengganggu. Kita sudah berhitung, yakni saat lalu lintas sudah surut, jadi diatas pukul 21.00 WIB sampai subuh sekitar pukul 05.00 WIB," terang Bovanantoo.

Pihaknya juga sudah mengkoordinasikan antisipasi kemacetan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) serta sudah memperhitungkan dampak terhadap lalu lintas per spot yang dilakukan prakonstruksi dan pascakonstruksi nanti.

Komisaris Utama PT Jakarta Monorel Edward Soeryadjaya mengatakan, hari ini menjadi hari yang penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia khususnya warga DKI Jakarta terkait pembangunan monorel. Menurutnya, kegiatan ini langkah kecil untuk langkah raksasa membangun transportasi massal di Jakarta.

Diharapkan pada 2016 mendatang, monorel akan mengangkut 300.000 penumpang per hari, sedangkan pada 2010, menjadi 600.000 penumpang per hari.

Jokowi meresmikan kelanjutan pembangunan monorel dengan mulai mengoperasikan mesin untuk memulai ground breaking pembangunan monorel yang sudah mangkrak sekitar lima tahun tersebut. Ia pun meyakini proyek tersebut tidak akan kembali mangkrak seperti lalu.

"Kalau sebuah proyek dikerjakan serius, fokus, pagi siang malam, tidak ada kata lain pasti tepat waktu dengan catatan uangnya cukup," kata Jokowi optimis seperti dilansir dari laman beritasatu.

Kontraktor yang akan mengerjakan pembangunan monorel ini ada beberapa, yaitu BTS Bangkok Mass Transit System Public Company Limited, Changchun Railway Vehicle Corporation (CNR), China Communications Constructions Company Limited (CCCC), Indosat, Singapore Technologies Electronics Limited, SMRT International PTe Ltd, dan TUV Rheinland Limited. Leader-nya sendiri dipilih CCCC yang merupakan kontraktor yang mengerjakan Jembatan Suramadu.

Pembangunan monorel yang akan dikerjakan oleh PT. JM dan Ortus Holdings selaku investor sendiri terdiri atas jalur Green Line sepanjang 14,5 meter dan jalur Blue Line sepanjang 15,5 meter dengan jumlah stasiun masing-masing 16 dan 15 stasiun.

Stasiun yang akan dibangun di jalur Green Line, yaitu Komdak-Senopati-SCBD-Asia Afrika-Stadion Madya-Palmerah-Pejompongan-Karet-Sudirman-Setiabudi Utara-Kuningan Sentral-Taman-Rasuna-Casablanca-Grand Melia-Gatot Subroto-Satria Mandala.

Sementara untuk jalur Blue Line, stasiun yang akan dibangun diantaranya adalah di Kampung Melayu-Tebet-Dr Sahardjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambassador-Sudirman WTC-Menara Batavia-Karet-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Caringin-Tomang-Taman Anggrek-Citraland.