Pemandu Wisata Kota Palembang; Ikuti Pelatihan Sertifikasi

Pemandu Wisata Kota Palembang; Ikuti Pelatihan Sertifikasi

Palembang, Kabarindo- Sebanyak 30 orang pemandu wisata mengikuti pelatihan sertifikasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang untuk meningkatkan kualitas dalam menyosong peran Sumatera Selatan sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang Yanuarpan di Palembang, Senin, mengatakan, pemandu merupakan bagian penting dalam sektor pariwisata sehingga pada pemerintah kota fokus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya mengingat pada masa mendatang sangat dibutuhkan terkait AG 2018.

"Dalam pelatihan ini akan dilakukan tes sehingga lulusan yang bersertifikasi bisa dipertangungjawabkan kualitasnya," kata Yanuarpan.

Ia menjelaskan, pemberian sertifikasi ini merupakan bagian persiapan Pemkot Palembang dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015.

Apalagi, data terakhir terbilang cukup mencengangkan karena pemandu wisata di Palembang hanya lima orang.

"Harus ada persiapan, karena jika tidak maka lapangan pekerjaan akan diambil tenaga kerja asing. Dengan adanya sertifikat khusus ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing karena masuk standar dalam kemampuan bahasa asing serta pengetahuan terhadap objek wisata di Palembang," kata dia.

Untuk sertifikasi pemandu wisata ini, Disparbud Palembang menggandeng lembaga resmi dari Kementerian Pariwisata RI, LSP Pramindo.

"Sebenarnya ada 17 lembaga lain yang resmi ditunjuk dari Kementerian Pariwisata RI. Tapi, kita hanya pilih salah satunya saja untuk kerja sama," beber dia.

Sementara Kabid Pemasaran Wisata Disparbud Palembang Maulidia Wahyuni menambahkan, pada tahun ini, Kota Palembang memiliki sejumlah agenda pariwisata, di antaranya, lomba bidar prestasi, lomba perahu motor hias untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI, promosi budaya serta Palembang Fair.

"Palembang Fair nanti akan dibuat seperti Jakarta Fair. Ini menjadi kali pertama di Palembang," kata dia.

Agenda pariwisata dari pemerintah kota ini diharapkan mendongkrak jasa pariwisata yang sedang menurun akibat pengaruh krisis ekonomi global seperti dilansir dari laman antaranews.