Paviliun Kemendag; Raih Transaksi Rp 300 Juta

Paviliun Kemendag; Raih Transaksi Rp 300 Juta

Jakarta, Kabarindo– Partisipasi Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor (Ditjen PEN) pada Pameran Produk Kerajinan Dekranas di Gedung SME Tower, Jakarta, pada 5-8 Juni 2014 lalu.

Berhasil meraih nilai transaksi lebih dari Rp 300 juta.
“Total transaksi yang kami (Kemendag) catat sebesar Rp Rp 300.638.000. Jumlah tersebut kemungkinan besar masih akan bertambah mengingat masih ada beberapa pesanan potensial, di antaranya Natana Shoes yang sedang dalam tahap negosiasi dengan pihak Metro Departemen Store, SOGO, dan DEBENHAMS,” jelas Dirjen PEN Kemendag, Nus Nuzulia Ishak.

Produk perhiasan dari kulit kerang, perhiasan perak, sepatu, kain jumputan, batik kontemporer, dan home decoration merupakan produk-produk yang diminati di Paviliun Ditjen PEN. Paviliun seluas 126 m2 yang berada di Exhibition Hall tersebut spontan menarik pengunjung melalui berbagai variasi produk-produk unggulan. Pada pameran kali ini, Paviliun Ditjen PEN memfasilitasi 14 perusahaan produsen kriya unggulan dari berbagai daerah.

“Produk-produk yang ditampilkan dalam pameran kali ini memiliki berbagai keanekaragaman jenis produk yang memiliki ciri khas dalam hal desain yang unik dan penggunaan berbagai macam bahan baku, seperti rotan, serat alam, tekstil/kain, kayu, kulit kerang, logam, dan kertas,” tambah Dirjen Nus.

Pameran Produk Kerajinan merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-34.

Selain pameran, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang secara resmi dibuka oleh Ketua Dekranas, Herawati Boediono.

Turut hadir sebagai keynote speaker, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi. Rakernas tersebut dihadiri sekitar 600 peserta dari Dekranas dan Dekranas Daerah seluruh Indonesia. Selain itu, diadakan pula Diskusi Panel yang mengangkat tema “Tantangan dan Peluang Perajin dalam Mengembangkan Kreativitas dan Kualitas Produk Kerajinan Menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015”.

“Keanekaragaman budaya dan kekuatan ekonomi masyarakat yang kian meningkat menjadikan konsumsi domestik menjadi penting. Untuk itu, Dekranas berperan sebagai penjamin pasar dalam menghadapi tantangan untuk memasarkan produk Indonesia yang beragam dan berdaya saing dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015. Diharapkan, produk kerajinan unggulan lainnya juga dapat lebih dikenal luas,” pungkas Dirjen Nus.

Industri kerajinan menjadi salah satu industri kreatif yang berkontribusi besar terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini terlihat dari perkembangan sektor kerajinan Indonesia yang selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan ekspor positif sebesar 4,6%. Pada 2013, total ekspor produk kerajinan Indonesia mencapai USD 669,1 juta, dengan negara tujuan ekspor utama Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, dan Hong Kong.