Paviliun Indonesia; Tampil Di International SPOGA Fair 2013 Jerman

Paviliun Indonesia; Tampil Di International SPOGA Fair 2013 Jerman

Jakarta, Kabarindo- Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan +Switzerland Global Enterprise (+SGE)/ Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) berpartisipasi dalam pameran internasional
SPOGA Fair 2013.

Acara ini akan berlangsung pada tanggal 8-10 September 2013,
bertempat di Cologne-Jerman dan diselenggarakan oleh Koelnmesse.
International SPOGA Fair 2013 merupakan pameran produk outdoor furniture dan garden terkemuka dan terkenal di Eropa yang diselenggarakan setiap tahun.

Selain itu, pemilihan pameran SPOGA berdasarkan pada observasi yang telah dilakukan oleh SIPPO khususnya untuk produk outdoor furniture di Indonesia yang sangat potensial di pasar Jerman dan
sekitarnya.

Pada pameran kali ini, Ditjen PEN Kemendag turut berpartisipasi dengan menampilkan Paviliun Indonesia (Indonesia Country Pavilion) seluas 238 m2 dengan desain khusus.

Adapun pesertanya terdiri dari perusahaan yang telah lolos seleksi dan telah mengikuti coaching programme yang diselenggarakan oleh Ditjen PEN Kemendag beserta SIPPO.

Jumlah peserta yang akan berpartisipasi adalah sembilan perusahaan, yaitu Tunas Sinergi Persadatama, PT. Elmas Natura Indonesia, CV. Ergo Furniture Indonesia, Mbiyen, Sunteak
Alliance, Permata Furni, Casajava Furniture, PT. Evoline Furniture Industry, dan Maestro.

Setelah berpartisipasi dalam pameran tahun ini, diharapkan agar peserta tersebut juga dapat berpartisipasi pada pameran SPOGA pada tahun 2014 dan 2015, sehingga dapat memperoleh manfaat yeng lebih optimal.

Selain peserta pameran, Ditjen PEN Kemendag juga mendirikan stand informasi yang menyediakan informasi mengenai produk-produk potensial Indonesia serta informasi mengenai penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2013 yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 20 Oktober 2013 di Jakarta.

Kegiatan ini bukan hanya merupakan kegiatan promosi produk unggulan Indonesia, tetapi juga sebagai sarana dalam meningkatkan citra positif Indonesia secara berkelanjutan, serta pengenalan potensi-potensi lain yang dimiliki oleh Indonesia kepada masyarakat Jerman.

Berdasarkan data yang dimiliki Kemendag, nilai ekspor produk furniture Indonesia ke Jerman pada tahun 2012 sebesar USD 121 juta dengan produk utama berbahan dasar rotan dan kayu. Jerman sebagai pasar terbesar di kawasan Eropa dengan permintaan
domestik yang terus meningkat merupakan negara yang paling potensial untuk terus dilakukan penetrasi pasar oleh para pengusaha furniture Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Gusmardi Bustami mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi ekspor nonmigas Indonesia semakin berat, baik karena faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras, koordinasi dan kerja sama, serta dukungan lintas sektoral dan peran serta para pelaku dunia usaha agar pertumbuhan ekspor produk outdoor furniture Indonesia dapat terus ditingkatkan pada
tahun-tahun mendatang.

“Partisipasi para pengusaha daerah dan nasional pada pameran ini diharapkan dapat mendorong peningkatan promosi dan pemasaran, khususnya bagi produk furniture dan kerajinan Indonesia,” imbuh Gusmardi.