Paulo Sitanggang; Wujudkan Mimpi Bela Indonesia

Paulo Sitanggang; Wujudkan Mimpi Bela Indonesia

Jakarta, Kabarindo- Sepakbola seringkali dipandang hanya sebuah olahraga biasa yang dimainkan oleh 22 orang yang memperebutkan satu bola untuk diceploskan ke gawang lawan sebanyak-banyaknya.

Sepakbola tidak hanya itu, banyak sekali aspek-aspek yang bisa kita temukan bila kita melihat lebih dalam, mulai dari ekonomi, politik, hingga kemanusiaan. Mulai dari harga jual pernak-pernik suporter, hingga sarana untuk mewujudkan mimpi.

AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) adalah festival sepakbola anak usia 10-12 tahun terbesar di Indonesia. AQUADNC dihadirkan oleh Danone AQUA secara konsisten sejak 2003 hingga kini untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak Indonesia untuk mewujudkan mimpinya.
Konsistensi itu tak lain dicapai karena visi Danone AQUA untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, dalam hal ini sepakbola. AQUADNC diadakan di banyak titik di Indonesia, tidak hanya kota-kota besar, namun benar-benar hingga penjuru Indonesia supaya setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama, mewujudkan mimpi membela sepakbola Indonesia di ajang internasional.

Talenta-talenta muda Indonesia pun terlahir dari AQUADNC. Pengalaman mengikuti kompetisi sebesar AQUADNC seperti melecut mereka untuk terus berkembang dalam sepakbola, berlatih untuk jadi lebih baik lagi. Salah satu dari alumni AQUADNC yang akrab di telinga masyarakat Indonesia adalah Paulo Sitanggang.

Paulo Sitanggang menjadi nama yang sering mengisi media di Indonesia tatkala membahas tentang masa depan sepakbola Indonesia. Paulo Sitanggang sendiri adalah salah satu dari skuat muda U-19 bersama Evan Dimas Cs yang berhasil menghidupkan lagi harapan masyarakat Indonesia akan masa depan sepakbola lewat permainan apik mereka di Kualifikasi Piala Asia U-19 2013 silam. Kala itu mereka mampu menjadi juara grup dan mengalahkan Korea Selatan yang notabene adalah salah satu raksasa sepakbola di kawasan Asia.

Paulo Sitanggang lahir di Pekanbaru, tanggal 17 Oktober 1995. Darah sepakbola mengalir di nadinya, diwariskan oleh ayahnya yang juga memimpin sebuah SSB di Medan. Lapangan sepakbola yang berada tak jauh dari halaman belakang rumahnya membuatnya sering menghabiskan banyak waktu dengan menggiring, mengoper, dan menendang bola ke gawang. Tak jarang ia sampai lupa waktu bermain dengan kawan-kawannya hingga malam. Sesekali ia diingatkan oleh ayah ibunya karena lupa waktu, tapi tak sekalipun orang tuanya melarang Paulo kecil bermain sepakbola dan menghalanginya untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya: bermain untuk PSMS Medan.

Di usia 12 tahun, Paulo yang tergabung di SSB Kurnia Medan mengikuti AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2007 untuk Regional Sumatera Utara. “Kompetisi sepakbola yang pernah saya ikuti semasa kanak-kanak”, ujar Paulo. Paulo masih mengingat dengan jelas bagaimana teman-temannya begitu bersemangat untuk bertanding dan menjuarai festival. Sayangnya, langkah Paulo dan teman-temannya terhenti di babak semifinal. “Sayang sekali kami kalah dulu, rasanya sedih dan kecewa. Tapi kami tidak berhenti”, ungkapnya.
Meskipun tidak bisa melaju lebih jauh, Paulo dan teman-temannya mendapatkan banyak nilai-nilai yang berguna di kehidupan sepakbolanya. “Lewat AQUADNC, saya dan teman-teman bertemu dengan banyak anak seumuran saya dari banyak daerah yang ternyata jago juga bermain sepakbolanya. Kita tidak bisa sombong, masih banyak yang lebih di atas kita”, kenangnya.

Kekalahan Paulo dan kawan-kawan di semifinal membuatnya terpecut untuk menjadi lebih baik lagi. Latihan-latihan dari SSB seringkali ia padukan dengan latihan tambahan di lapangan belakang rumahnya; apapun untuk mencapai cita-cita gelandang dari Barito Putra yang mengidolakan Cesc Fabregas ini.

Tidak ada yang mengira, seorang anak kecil yang hanya bermain di lapangan dekat rumahnya, mampu mampu mewujudkan mimpi, tidak hanya sampai bermain untuk klub profesional namun hingga bermain dengan seragam Merah Putih dan mencetak gol di laga-laga penting berkelas internasional. “Saya kalau sudah melakukan sesuatu, hasilnya harus selalu juga yang terbaik”, ujarnya bangga.
Danone AQUA memang menghadirkan AQUADNC di Indonesia secara konsisten dalam sejak 2003 untuk memberikan kesempatan selebar-lebarnya bagi anak Indonesia untuk mewujudkan mimpi mewakili Indonesia di kompetisi berkelas internasional. Juara Nasional AQUADNC berhak untuk menjadi delegasi Indonesia di Final Dunia Danone Nations Cup yang diakui sebagai Piala Dunia Sepakbola untuk anak. “AQUADNC adalah tempat yang baik untuk anak-anak yang bisa dan mau bermain sepakbola. Saya yakin festival ini mampu melahirkan pemain-pemain yang bagus, bahkan mungkin lebih baik dari saya”, ujar Paulo yang masih bermimpi untuk membela timnas senior Indonesia.