PasarPolis.Com; Bantu Siagakan Perawatan Kesehatan Akibat DBD

PasarPolis.Com; Bantu Siagakan Perawatan Kesehatan Akibat DBD

Surabaya, Kabarindo- Selama musim hujan, banyak terjadi kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menimbulkan cukup banyak korban jiwa maupun menjalani rawat inap di rumah sakit.

Sering terjadi korban meninggal akibat terlambat memeriksakan diri dan berobat.

Selama Januari 2016, terdapat peningkatan angka penderita dan kematian akibat DBD yang ditimbulkan nyamuk Aedes Aegepty. Di Jawa, beberapa kota menyandang status siaga satu misalnya di Indramayu yang mencatat 171 kasus dan korban jiwa mencapai 18 orang. Selain di Jawa, kasus DBD juga terjadi Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi yang mencapai lebih dari 100 kasus yang didominasi oleh anak-anak.

Kondisi tersebut mendorong PasarPolis.com, platform e-commerce untuk perbandingan produk dan manfaat asuransi, mengeluarkan produk asuransi khusus untuk penyakit DBD dengan premi bulanan mulai dari Rp. 3.100 yang berlaku selama enam bulan.

Salah satu produk yang termasuk dalam kategori asuransi kesehatan ini adalah Jaga Sehat DBD dengan premi bulanan Rp. 3.100 yang memberikan perlindungan terhadap diri pasien peserta asuransi berupa pembayaran santunan jika terindikasi menderita DBD dan santunan kematian kepada pihak ahli waris jika peserta asuransi meninggal dunia.
“PasarPolis.com mengeluarkan paket asuransi khusus DBD sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap banyaknya pasien dan korban meninggal dunia akibat DBD,” ujar Cleosent Randing, Founder PasarPolis.com, pada Selasa (8/3/2016).

Menurut ia, setiap orang dengan kondisi ekonomi apapun, berhak mendapatkan perawatan dan kesempatan untuk sehat dan kembali beraktivitas seperti semula. Ia memahami ada banyak penderita yang terlambat mendapat perawatan karena kendala dana. Diharapkan dengan premi mulai Rp. 3.100 dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang layak.
Premi Rp. 3.100 tersebut memiliki beberapa manfaat pertanggungan yang mencakup perawatan dan jika terjadi resiko kematian. Jika pasien peserta asuransi dirawat inap di rumah sakit akibat DBD dalam masa pertanggungan, ia akan menerima 100% santunan dan selanjutnya sampai pertanggungan berakhir. Jika ia meninggal dalam masa pertanggungan akan menerima 100% santunan kematian dan selanjutnya sampai pertanggungan berakhir.

Besar santunan kematian akibat DBD sebesar dua kali santunan. Tidak ada pembayaran manfaat hingga masa pertanggungan berakhir jika peserta asuransi tidak menderita penyakit DBD. Resiko yang ditanggung pada krietria penyakit ini adalah hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan penurunan trombosit kurang dari 130.000 sel/mm3, hasil diagnosa dokter yang menyatakan bahwa pasien peserta asuransi menderita DBD dan rawat inap di rumah sakit atau puskesmas.

Pengecualian manfaat pertanggungan tidak dapat dibayarkan jika pertama, klaim yang diajukan oleh pihak yang ditunjuk oleh penerima manfaat belum melewati masa tunggu yang ditentukan dalam polis. Kedua, tertanggung tidak dirawat inap di rumah sakit atau hasil laboratorium tidak menunjukkan trombosit kurang dari 130.000 sel/mm3 atau tidak ada resume medis tertulis dari dokter yang merawat, yang menerangkan tertanggung menderita DBD. Ketiga, tertanggung dinyatakan sakit/meninggal yang tidak disebabkan DBD. Terakhir adalah jika pasien peserta asuransi dikenakan tahanan atau hukuman pidana.

Melalui berbagai produk asuransi yang ditawarkan secara online, PasarPolis.com mengajak masyarakat untuk belajar dan lebih tanggap terhadap manfaat asuransi serta bagaimana bisa menentukan asuransi yang paling tepat sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

“Kita tidak perlu memiliki beragam jenis asuransi yang akhirnya membuat kita merasa terbebani. Melalui PasarPolis.com, masyarakat bisa belajar untuk menentukan sendiri manfaat dan produk asuransi yang sesuai dengan prioritas diri sendiri dan keluarga,” ujar Cleosent.