Pasar Tradisional Jateng; Mulai Menggeliat

Pasar Tradisional Jateng; Mulai Menggeliat

Purworejo, Jawa Tengah, Kabarindo- Sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah, Kamis, kembali bergeliat setelah aktivitas bisnis di sentra perdagangan rakyat ini sempat menurun pada saat Lebaran hingga dua hari setelah Idul Fitri 2014.

Pengamatan di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, Ambarawa, Magelang, dan Purworejo hingga Kamis (31/7) siang menunjukkan hampir semua pedagang sudah membuka kios dan lapak dengan menjajakan kebutuhan sehari-hari.

Di Pasar Peterongan Semarang, sebagian besar pedagang sudah kembali membuka kiosnya dan menjajakan barang dagangan, termasuk penjual bunga tabur. Pasar ini sempat sepi pada Lebaran, Senin (28/7), namun perlahan kembali normal.

Pemandangan serupa juga terlihat di Pasar Ambarawa Kabupaten Semarang. Bahkan sebagian besar pedagang yang biasa buka lapak di luar pasar juga sudah menjajakan sembako, sayuran, dan buah di atas trotoar dan bahu jalan.

Sebagian besar pedagang di Pasar Kebonpolo Magelang juga sudah membuka kios dan tokonya meskipun terlihat belum sepenuhnya ramai seperti hari biasa.

"Setelah syawalan (sepekan setekah Idul Fitri) pasar akan ramai kembali. Saat ini belum semuanya membuka kiosnya," kata Fitriah, pedagang sayuran di Pasar Ambarawa.

Tanda mulai pulihnya bisnis dan perdagangan juga terlihat di Pasar Bener. Pasar yang berlokasi di jalur Magelang-Purworejo ini, menurut pedagang setempat, jauh lebih ramai ketimbang dua-tiga hari lalu.

"Pembelinya juga mulai banyak. Mungkin banyak yang kehabisan stok kebutuhan sehari-hari di rumah sehingga mereka hari ini pergi ke pasar untuk berbelanja," kata Jumiyati, pedagang sembako di Pasar Bener.

Mulai menggeliatnya bisnis dan perdagangan di sejumlah pasar tradisional di Jateng itu juga membawa dampak bagi kelancaran arus lalu lintas karena banyak pedagang yang membuka lapak di luar pasar atau biasa dikenal sebagai pasar tumpah.

Bahkan keberadaan sejumlah pasar tumpah di pinggir jalan yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah pada arus balik pada Kamis menjadi simpul kemacetan karena kendaraan tidak bisa melaju secara bebas.

Pengamatan di sejumlah lokasi pasar tumpah di sepanjang jalur Semarang-Magelang-Purworejo menunjukkan aktivitas pedagang mengganggu kelancaran arus lintas, seperti terlihat di depan Pasar Ambarawa, Kebonpolo Magelang, Bener, hingga Pasar Purworejo.

Di depan pasar Ambarawa, puluhan pedagang memadati trotoar dan pinggiran jalan. Aneka dagangan, seperti sayuran, buah, dan lainnya, dibiarkan menumpuk di pinggir jalan dengan memakan hampir sepertiga lebar jalan.

Meskipun demikian tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang karena sampai hari ini kendaraan berat, seperti truk dan kontainer, belum diizinkan melintas di jalan raya, kecuali pengangkut sembako dan BBM.

Sepanjang jalur Semarang-Magelang, konvoi truk bermuatan pasir dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, menjadi salah satu penyebab tersendatnya arus kendaraan roda empat seperti dilansir dari laman beritasatu.