Pasar Apung Sentul; Diserbu Pelancong Lokal

Pasar Apung Sentul; Diserbu Pelancong Lokal

Jakarta, Kabarindo- Masih bingung mencari destinasi wisata kuliner di sisa libur Lebaran pekan ini? Mungkin pasar Ah Poong (dibaca : Apung) yang berada di kawasan Sentul City, Bogor, Jawa Barat, bisa menjadi pilihan.

Tidak hanya menawarkan restoran dengan pemandangan sungai Cikeas, kawasan seluas 3,5 ha ini juga memiliki taman bermain yang teduh untuk anak-anak. Ide pasar apung ini berasal dari pakar kuliner Bondan Winarno serta manajemen Eat & Eat.

Pantauan Beritasatu.com pada Sabtu (10/8), kawasan ini telah dipadati oleh ratusan penunjung yang berasal dari Jabodetabek sejak pagi hari. Pengunjung semakin bertambah saat hari mendekati sore.

“Kami barusan dari Jungleland Sentul, kebetulan kan tidak terlalu jauh dari Pasar Ah Poong dan memang sengaja mampir ke sini untuk makan sekalian istirahat,” kata Agatha (39), pengunjung Pasar Ah Poong asal Cijantung, Jakarta Timur. Ia datang bersama suami dan kedua anaknya.

Pusat Kuliner yang terinspirasi dari pasar terapung tradisional di Banjarmasin atau pasar terapung di Thailand ini memiliki lebih dari 30 stand makanan dengan menu yang sangat beragam seperti yang ada di Eat & Eat cabang lain.

Di pasar Ah Poong ini tersedia aneka kuliner, mulai dari kuliner nusantara, chinese food, hingga makanan ringan seperti Pempek Palembang, Batagor Bandung, siomay, es duren, es doger, es cendol dan masih banyak lagi.

Adanya campur tangan Bondan Winarno dalam pemilihan menu di tempat ini menjadi jaminan kelezatan dari setiap makanan yang disajikan.

Total kapasitas Ah Poong sekitar 700 kursi. Lokasi yang dibuka pertama kali pada pertengahan Desember 2012 tersebut buka mulai pukul 08.00-22.00 WIB.

Sistem pembayaran di Pasar Ah Poong adalah menggunakan kartu deposit khusus Ah Poong dari Eat & Eat. Pengunjung tinggal mendepositkan sejumlah uang yang kemudian ditukar dengan kartu khusus untuk memudahkan transaksi.

Selain bisa menyantap eneka makanan lezat, para pengunjung juga bisa merasakan pengalaman seru bermain di riak air sungai Cikeas, atau mengitari sungai dengan menaiki perahu sampan yang terbuat dari kayu. Bahkan pengunjung juga dapat membeli sayuran dan buah-buahan yang dijual di perahu kayu yang melintas.

Untuk menuju pasar Ah Poong, pengunjung harus melewati jembatan gantung yang melintasi sungai besar. Jembatan ini akan bergoyang-goyang ketika dilintasi.

Namun sebagai saran, lebih baik kunjungi Pasar Ah Poong di luar jam makan siang atau malam. Sebab pasar ini selalu penuh dikunjungi masyarakat. Untuk mendapatkan kursi kosong, kita harus ekstra sabar menunggu antrian seperti dilansir dari laman beritasatu.

Selain pasar Ah Poong, ada juga Taman Eco-Art yang terletak di sebelah pasar. Tempat ini menawarkan taman yang teduh dengan hiasan patung dan permainan anak-anak seperti ayunan dan bandul. Ada juga rumah lebah yang dipadukan dengan tanaman obat-obatan.


Menarik, bukan?