Panglima TNI; Beri Pengarahan Prajurit TNI Di Bali

Panglima TNI; Beri Pengarahan Prajurit TNI Di Bali

Jakarta, Kabarindo- Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

Ia di dampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Johar Banguntoro memberikan pengarahan kepada 2.360 Prajurit TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara serta PNS se-wilayah Garnisun Bali, di GOR Praja Raksaka Kodam IX/Udayana, Kamis (28/5/2015).
 
Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan hal-hal mendasar supaya dilaksanakan dengan baik oleh Prajurit TNI dan PNS TNI, yaitu jangan ada prajurit yang bermain-main dengan Narkoba ataupun Disersi. Masih ada Prajurit yang melakukan Desersi dan masih ada prajurit yang bermain-main dengan Narkoba, sehingga dua hal ini tidak bisa diterima dan resikonya pasti di proses dan dikeluarkan dari TNI. “Perwira masih ada yang terlibat Narkoba, ini sungguh disayangkan”, ujar Panglima TNI.
 
Keunggulan Prajurit TNI dibanding Satgas adalah mereka memiliki disiplin, dan memiliki Peraturan Militer Dasar (Permildas). “Masih ada hal-hal yang perlu dirumuskan yang berkaitan dengan militer dasar”, kata Panglima TNI.
 
Untuk itu, Panglima TNI mengambil langkah untuk melaksanakan penataran Permildas secara terpusat, yang dijalankan oleh Kodiklat TNI AD. “Saya minta kepada unsur-unsur komandan peduli dengan hal itu. Permildas tidak mengenal wilayah teritorial, wilayah tempur atau wilayah pendidikan. Permildas adalah Peraturan Militer Dasar yang harus dimiliki semua Prajurit TNI”, ujar Jenderal TNI Moeldoko.
 
“Saat-saat terakhir menghembuskan nafas terakhir, Permildas masih dijalankan, lima menit terakhir sebelum dia pensiun Prajurit TNI tetap menegakkan Permildas.  Saya berharap, tidak ada toleransi terhadap penekanan pelaksanaan Permildas itu”, tegas Panglima TNI.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prajurit TNI karena sesuai dengan hasil survey beberapa lembaga survey bahwa, satu-satunya lembaga yang memiliki kinerja dan performa bagus saat ini adalah Tentara Nasional Indonesia, ini semua bisa di dapatkan karena kerja seluruh Prajurit TNI dan PNS. “Saya selaku pemimpin tertinggi di TNI sangat paham dan telah saya jiwai dengan kepemimpinan saya bahwa kekuatan seorang pemimpin itu ada dibawahannya”, ujar Panglima TNI.
 
Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, Presiden RI telah setuju akan menaikkan remunisasi, sampai 56 hingga 60 persen dari yang sekarang 37 persen. Upaya pemerintah memberikan peningkatan kesejahteraan, maka TNI harus lebih meningkatkan kinerjanya.
 
Di akhir pengarahannya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meminta prajurit dalam bekerja agar menghindarkan dan menghilangkan ego sektoral masing-masing dan tidak perlu memelihara ego sektoral, karena akan menimbulkan kerapuhan antar satuan.
 
Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyerahkan kenang-kenangan berupa jam tangan kepada prajurit, Danramil, Babinsa serta Satgas Pamtas Pos Terluar.
 
Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Wisnu Bawatenaya, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, Aster Panglima TNI Mayjen TNI NG Sugiartha Garjitha, Wakapuspen TNI Laksma TNI Petrus Parmardjo dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Koes Moeldoko.