Panglima TNI; Beri Pengarahan 1.564 Prajurit TNI

Panglima TNI; Beri Pengarahan 1.564 Prajurit TNI

Bandung, Kabarindo- Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

Ia didampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Koes Moeldoko, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI M. Yunus, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Karsiyanto dan Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan, memberikan pengarahan kepada 1.564 Prajurit TNI (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara), serta Dharma Pertiwi Garnisun Tetap II/Bandung, di Hanggar Lanud Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/6/2015).
 
Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Prajurit TNI yang telah bekerja dengan baik, sehingga posisi TNI sebagai sebuah lembaga saat ini menempati posisi tertinggi dalam konteks kinerja.  Panglima TNI juga memberikan beberapa koreksi dan evaluasi terhadap perkelahian antara prajurit Kopassus dan TNI AU, ini sungguh memprihatinkan ditengah-tengah kita menggalakkan peningkatan disiplin prajurit masih ada prajurit yang melakukan hal-hal yang primitif dan tidak terpuji.
 
Menurut Jenderal TNI Moeldoko, hal yang mendasar adalah persoalan disiplin dan Peraturan Militer Dasar (Permildas), karena disitulah keunggulan para prajurit. Bisa dibayangkan kalau prajurit tidak disiplin dan tidak menjalankan Permildas akan sangat membahayakan, untuk itu saya tidak segan-segan melakukan penekanan, mengingatkan dan tanpa itu kita tidak bisa berbuat banyak untuk menyiapkan pasukan.
 
“Saya ingatkan kepada unsur-unsur komando untuk bekerja keras lagi, untuk menekankan persoalan disiplin dan Permildas. Sebagai Komandan tidak ragu-ragu menegur prajurit yang tidak menjalankan peraturan dengan baik, dan tidak ada toleransi di dalam penegakan disiplin dan Permildas, karena Permildas adalah Peraturan Militer Dasar yang harus dimiliki semua Prajurit TNI”, tegas Panglima TNI.
 
Sementara itu terkait masalah ego sektoral, Panglima TNI kembali menegaskan untuk menghilangkan ego sektoral masing-masing angkatan, karena ego sektoral itu tidak akan memunculkan kekuatan akan tetapi  justru membawa kelemahan. “Tidak perlu lagi kita tunjukkan ego per angkatan,  tetapi yang kita bangun adalah bagaimana upaya menuju interoperability, karena semua memiliki kesadaran bersama, membangun emosi bersama untuk mewujudkan soliditas  dari situ akan terbangun interoperability, itu yang akan kita capai. TNI adalah lembaga yang terstruktur, memberi garis komando yang jelas dan tegas serta solid sehingga kondisi ini harus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
 
Dalam kesempatan tersebut, Jendeal TNI Moeldoko menyampaikan bahwa tugas  Panglima TNI dalam memimpin bagaimana menyiapkan semua sumber daya kekuatan aset-aset dikerahkan untuk kepentingan kesiapan tempur, bagaimana Panglima menyiapkan seluruh jajarannya agar semua siap tempur dan ini dapat kita lihat dari kesiapan prajurit pada pelaksanaan HUT TNI ke-69, kesiapan prajurit dalam uji coba PPRC di Poso dan peresmian Satuan Komando Operasi Khusus Gabungan TNI, kesemuanya itu dalam rangka menunjukkan Performance TNI.
 
Saat ini cukup baik dalam kesiapan tempurnya, walaupun kita menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan kekuatan militer TNI masih dalam proses, dimana saat ini baru 34 persen dari Minimum Essential Force, diharapkan tahun 2019 mencapai 64 persen dan apabila pertumbuhan ekonomi membaik tahun 2024 semua prajurit telah dilengkapi dengan Alutsista yang cukup memadai, ini masih berproses.
 
Dalam konteks yang lain, Panglima TNI menegaskan, TNI telah membangun sebuah Renstra pembangunan kesejahteraan prajurit yang telah tersusun dan akan disampaikan kepada Presiden untuk mendapatkan keputusan Presiden yang di dalamnya mencakup perumahan, hausing, sistem penggajian, kesehatan dan pendidikan.
 
 Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, Presiden RI telah setuju akan menaikkan remunisasi, sampai 56 hingga 60 persen dari yang sekarang 37 persen. Saat ini kita perjuangkan uang insentif untuk para Babinsa, Bintara Posal terdepan, Posau supaya dinaikan satu juta rupiah per bulan, saat ini baru lima puluh ribu rupiah dan ini sudah disetujui Komisi I DPR RI dalam kesimpulan rapat dan upaya pemerintah memberikan peningkatan kesejahteraan, maka TNI harus lebih meningkatkan kinerjanya.
 
Selanjutnya usai memberikan pengarahan, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyerahkan secara simbolis Jam Tangan kepada perwakilan tiga Prajurit TNI (AD, AL dan AU) seperti dilansir dari rilis yang diterima redaksi.