Panglima Koarmabar TNI AL; Beri Keterangan Resmi DPO

Panglima Koarmabar TNI AL; Beri Keterangan Resmi DPO

Gunung Sahari, Jakarta, Kabarindo- Untuk menjaga keamanan kawasan wilayah perairan di Indonesia, perlu perhatian khusus, agar tercipta kondisi perairan laut yang aman dan nyaman, khususnya perairan kawasan barat.
Sebagai wujud atas kesigapan dan komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan teritorial kawasan perairan laut Indonesia.

Hari ini Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) Angkatan Laut R.I menggelar pernyataan pers terkait tertangkapnya DPO Koarmabar yang telah sekian lama mengganggu keamanan di perairan kawasan barat Indonesia.

Penangkapan pelaku DPO Koarmabar sendiri terkait dalam kasus perompakan yang kerap terjadi di perairan selat malaka.

Setelah dilakukan pengejaran dan penyelidikan oleh tim intel Koarmabar, dan didasarkan informasi yang didapat Denintel Koarmabar dari keterangan sdri.MM alias AM yang tinggal di Desa Tanjung Sari Barat, Kec.Cikaum, Kab.Subang Jawa Barat, yang mana bersangkutan adalah istri ke-2 dari salah satu tersangka sindikat perompakan kapal laut yang dilakukan terhadap kapal laut berbendera Marshal Island yakni MV.Merlin yang terjadi pada tanggal 22 Oktober 2015, tersangka yang bernama WN alias GB, ujar Laksamana Muda TNI A Taufiq R, Panglima Koarmabar dalam keterangan persnya kepada rekan-rekan media di Aula Yos Sudarso, Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta.

Ada 5 orang DPO yang ditangkap dari persembunyiannya di Villa Dahlia yang berlokasi di Lereng Gunung Salak, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan Rt.03/Rw.09 No.17 Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berikut ini 5 orang DPO Koarmabar yang tertangkap tersebut yakni, WN alias GB (umur 44 thn), KM alias KR (21 thn), CK alias GL (35 thn), WY (23 thn) dan RM (32 thn), terang Panglima Koarmabar.

Dengan upaya kita dan sudah menjadi tugas kita, selain mempertahankan NKRI dari gangguan pihak luar, TNI AL juga menjaga keamanan situasi di setiap perairan di seluruh wilayah NKRI.
"Para Perompak ini bukan musuh TNI AL, musuh TNI AL adalah pihak-pihak yang akan mengganggu dan mencoba memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa ijin," tegasnya.

Komando Armada Kawasan Barat Angkatan Laut, dalam hal ini akan terus berupaya memberantas para perompak yang mengganggu keamanan lalu lintas di perairan kawasan barat, khususnya selat malaka, ungkapnya tutup.