Pangarmabar, Aan Kurnia; Koarmabar Komit Tindak Tegas Pelanggaran Di Laut

Pangarmabar, Aan Kurnia; Koarmabar Komit Tindak Tegas Pelanggaran Di Laut

Gunung Sahari, Jakarta, Kabarindo- Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) secara serius berkomitmen melaksanakan penegakan hukum di laut yang meliputi tindak pidana pencurian ikan (iIlegal fising), perdagangan manusia (People smuggling),  perompakan, kapal-kapal tanker yang berlayar tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah serta pelanggaran lainnya, demikian dikatakan Pangarmabar, Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Aula Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67 Jakarta Pusat. Senin (17/10/2016).
   
Lebih lanjut, Pangarmabar menjelaskan bahwa selama periode bulan September hingga Oktober tahun 2016, Koarmabar telah melaksanakan pemeriksaan lebih dari 150 kapal dari berbagai jenis di wilayah perairan barat Indonesia. Dari jumlah tersebut setelah diadakan pendalaman, ada 21 kapal yang harus ditindaklanjuti untuk diproses hukum di pengadilan.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan, Koarmabar belum lama ini telah menangkap kapal Tanker Zamidah yang bermuatan kurang lebih 400 ton minyak tanpa dokumen dari Indonesia menuju ke malaysia, kapal isap pasir timah ilegal, 8 kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna dan kapal Malaysia di Perairan Pontianak.  

Hal tersebut membuktikan bahwa TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmabar bersama jajarannya antara lain Guspurla Koarmabar, Guskamla Koarmabar, dan WFQR-1, WFQR-2, WFQR-3, WFQR-4 dan WFQR-12 yang berada  di bawah jajaran Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) berkomitmen serius dalam melaksanakan kegiatan penegakan hukum terhadap kegiatan-kegiatan ilegal di laut.

Dalam konferensi pers tersebut, Pangarmabar didampingi Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar Laksamana Pertama TNI T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S, serta Asisten Operasi Pangarmabar Kolonel Laut (P) I Gusti Kompiang Aribawa.