Pandji Pragiwaksono Ngerap; Ikut Tur Hiphop Nusantarap

Pandji Pragiwaksono Ngerap; Ikut Tur Hiphop Nusantarap

Surabaya, Kabarindo- Pemandu acara, penyanyi hiphop dan komedian Pandji Pragiwaksono menghibur para pecinta musik hiphop di Coffee Toffee Taman Apsari, Surabaya, pada Rabu (11/11/2015) malam.

Mikha Affandy dari Coffee Toffee mengatakan, pihaknya menghadirkan Pandji dalam rangka HUT Coffee Toffee ke-9, karena ia termasuk ikon anak muda sebagaimana pangsa tempat hangout ini yang umumnya anak muda. Kebetulan Pandji sedang mengadakan tur hiphop.

“Sejak awal Pandji menggeluti hiphop yang merupakan musik anak muda. Lagu-lagunya menyebarkan semangat, sarat dengan pesan yang disampaikan dengan cara fun,” ujar Mikha.

Pandji mengaku pertama kali nge-rap pada 2008. Ia kemudian mengadakan konser hiphop bertajuk Twivate Concert pada April-Desember 2010, disusul “Berani Mengubah” pada Oktober 2011 dan konser “32” pada Desember 2012.

Penampilan Pandji di Surabaya merupakan rangkaian dari Tur Hiphop Nusantarap ke 9 kota di Jawa dan Bali. Surabaya merupakan kota ketujuh yang akan disusul di Denpasar dan Bandung. Tur dimulai pada 28 Oktober yang akan berakhir pada 15 November di Bandung.

Menurut Pandji, misi Nusantarap adalah menjalin komunikasi dengan para pecinta dan komunitas hiphop. Jika komunitas hiphop berjejaring kuat, hiphop bisa populer seperti musik-musik lain.

“Dari tur ini, aku berharap bisa bertemu dengan para pecinta musik hiphop di banyak kota dan menjalin silahturahmi dengan komunitas-komunitas hiphop di kota-kota yang kukunjungi,” ujarnya.

Pandji mengatakan, sebenarnya ia ingin melakukan tur ke kota-kota lain di luar Jawa dan Bali, namun tentu membutuhkan perencanaan dan persiapan lebih matang, waktu lebih lama serta tenaga lebih ekstra.

Penampilan Pandji dan kawan-kawan di Surabaya berlangsung selama sekitar 2 jam. Ia membawakan 17 lagu dari empat albumnya dan single terbarunya berjudul Aksi Massa dari album kelima “Pembalasan” yang akan dirilis.

Pandji menjelaskan, lagu Aksi Massa merupakan kritikan terhadap aksi demo mahasiswa yang kadang justru bersifat merusak, sekaligus ajakan untuk berdemo dengan cara yang baik. Ia mengakui, lagu-lagunya berlatar keadaan sekitar yang mengandung pesan-pesan tentang sosial politik dan ekonomi.

Malam itu, Pandji tidak nge-rap sendiri, namun menggandeng beberapa musisi hiphop seperti Endrumarch, Tabib Qio dan komunitas hiphop lokal.

“Aku sengaja mengajak komunitas hiphop lokal di setiap kota untuk memberi kesempatan mereka naik panggung untuk menunjukkan eksistensi mereka,” ujarnya.

Para pecinta musik hiphop yang kebanyakan anak muda tampak larut dalam musik yang dibawakan Pandji dengan gaya asyik dan kocak.

“Aku memang nggak bisa tampil serius banget gitu kalau manggung. Pasti diselingi bercanda..he..he..,” ujarnya lalu tertawa.