Pameran Seni Visual Bertajuk Affiliates; Siap Di Gelar Besok

Pameran Seni Visual Bertajuk Affiliates; Siap Di Gelar Besok

Yogyakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima, rencananya akan di buka oleh Helly KKK dan musik DJ. Paws.

Berawal dari sebuah obrolan ringan dari dua orang teman (Rubseight dan Ayash) yang memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda namun sama-sama memiliki ketertarikan dalam seni visual dan berproses menciptakan karya seni, muncul ide untuk mengadakan sebuah pameran seni visual untuk merepresentasikan hasil karya mereka agar dapat di apresiasi masyarakat luas.

Rubs dan Ayash memang tidak mengenyam pendidikan formal di bidang seni rupa, proses berkesenian mereka didapat secara otodidak. Ketertarikan Rubs di bidang seni dimulai sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan berkembang lebih jauh saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jogjakarta.

Ilustrasi sampul album band-band favorit yang dikoleksinya memberi pengaruh yang kuat dalam proses berkeseniannya, terlebih ketika dia meraih juara pada lomba mural tingkat SMA yang diikutinya semakin menguatkan keinginannya untuk terus berkesenian. Setelah lulus SMA tahun 2004, Rubs pindah ke Bogor, di sana Rubs sering melihat graffiti karya anak-anak Jakarta, dan membuatnya tertarik pada dunia Street Art. Tahun 2005 Rubs mulai aktif membuat graffiti di beberapa spot di Bogor hingga kembali lagi ke Jogja di tahun 2007 dan aktif berkesenian hingga sekarang.

Sementara Ayash sudah memiliki ketertarikan pada dunia seni sejak ia kecil, hobinya menggambar pada kertas didukung dan dipengaruhi oleh ayahnya yang juga memiliki passion dalam bidang yang sama. Ayash bahkan sudah aktif mengikuti beberapa kegiatan kesenian sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Ayash memiliki ketertarikan baru di bidang sastra yang kemudian mempengaruhi beberapa karyanya secara lebih emosional.

Latar belakang pekerjaan mereka yang berbeda (Rubs berprofesi sebagai Tatoo Artist dan ilustrator lepas, Ayash memiliki usaha kuliner dan juga sebagai ilustrator lepas), dan juga proses berkesenian mereka yang didapat secara otodidak menjadi tambahan ''warna'' yang unik disetiap karya mereka.
Karya-karya yang dihasilkan layak menjadi artefak seni yang patut diapresiasi. Mereka yakin bahwa hadirnya karya di depan publik adalah suatu proses yang harus ditempuh, juga salah satu cara untuk berbagi dan mendapatkan apresiasi dalam lingkup yang lebih luas, dengan harapan dapat memunculkan semangat baru bagi teman-teman yang memiliki latarbelakang yang sama untuk lebih serius mendalami proses berkesenian dan menjadi salah satu “mata rantai” regenerasi seniman berikutnya.