PT Pos Indonesia; Rilis Perangko Sambut Imlek 2015

PT Pos Indonesia; Rilis Perangko Sambut Imlek 2015

Jakarta, Kabarindo- Bagi penanggalan Tiongkok, 2015 masuk ke dalam shio kambing yang menurut astrologi Tiongkok, kambing adalah energi Yin, yaitu sebuah simbol perdamaian, harmonisasi antara koeksistensi (keberadaan) dan ketenangan.

Pada 4 Februari 2015 pemerintah menerbitkan prangko shio Tahun Kambing. Prangko ini memang khas diterbitkan untuk menyambut datangnya tahun Shio Kambing. Sesuai penanggalan Tiongkok, tahun baru (imlek) akan jatuh pada 19 Februari 2015.

Seperti diungkapkan Direktur Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Bonie M Thamrin di Kantor Regional IV PT Pos Indonesia, Jakarta, Rabu, saat konferensi pers terkait akan diluncurkannya prangko seri Tahun Kambing 2015 tersebut.

Ini bukan pertama kalinya pemerintah mengeluarkan prangko awal tahun bertema shio penanggalan Tiongkok.

Sudah 8 kali berturut-turut sejak 2007, pemerintah menerbitkan perangko bertema shio. Awal diluncurkannya pada 2007, tema prangko berseri "12 Lambang Shio".

Sejak itu, prangko mengikuti siklus dua belas tahunan penanggalan Tiongkok terus diterbitkan. Pada 2008 prangko seri "Tahun Tikus", 2009 prangko seri "Tahun Kerbau", 2010 " prangko seri "Tahun macan".

Pada 2011 prangko seri "Tahun Kelinci", 2012 prangko "Tahun Naga", 2013 prangko seri "Tahun Ular" dan Tahun 2014 prangko seri "Tahun Kuda".

Penerbitan ini merupakan kerja sama dengan Lembaga Indonesia Tiongkok.

Menurut Pejabat Unit Pos Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia Yuniswar, prangko dengan tema shio selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat terutama warga Tiong Hoa.

"Sekitar 90 persen lebih yang diterbitkan habis," katanya seusai konferensi pers terkait prangko Tahun Kambing tersebut di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, setiap penerbitan untuk tema tertentu setidaknya sekitar 300 ribu keping prangko. "Dan setiap tahun kami biasanya menerbitkan antara 12-15 tema," katanya.

Pada 2015, edisi Tahun Kambing diterbitkan dengan sejumlah seri dengan gambar Domba Garut. Pertama, prangko seri Tahun Kambing dalam tiga keping prangko berlatar gambar Domba Garut. Prangko ini akan dicetak sebanyak 500 ribu set.

Minisheet seri Tahun Kambing yang terdiri enam prangko akan diterbitkan sejumlah 40 ribu lembar dengan harga Rp18.000 per lembar.

Prangko edisi Sampul Hari Pertama (SHP) terdapat dua motif, SHP dengan harga Rp12 ribu per lembar yang akan diterbitkan sejumlah 5.000 lembar dan SHP SS seharga Rp13.000 yang akan diterbitkan sebanyak 5.000 lembar.

Tak lupa, juga pack prangko seri edisi khusus untuk menyambut pameran internasional filateli Bandung 2017 yang akan dibandrol dengan harga Rp100 ribu dan dicetak sebanyak 5.000 pack.

Prangko Identitas Bangsa

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Rachmat Asaad di Kantor Regional IV PT Pos Indonesia, mengatakan pihaknya siap mengenalkan prangko seri Tahun Kambing 2015 tersebut kepada masyarakat.

"Ini sekaligus upaya untuk mendongkrak kembali minat masyarakat pada prangko, karena sekarang ini banyak nak-anak yang tidak tahu prangko itu apa, karena mereka terbiasa pakai email, facebook," katanya.

Ia berharap dengan peluncuran prangko Tahun Kambing mampu menyedot kembali perhatian masyarakat. Rencananya, peluncuran prangko Tahun Kambing 2015 dilakukan di perbelanjaan agar publik dapat langsung melihat produk keluaran terbaru PT Pos Indonesia tersebut.

Peluncuran prangko tersebut yang akan digelar di Mall of Indonesia (MOI) yang diikuti dengan pameran dan bursa filateli pada 4 hingga 10 Februari 2015 sekaligus juga pemanasan Pameran Filateli Internasional Asia ke-33 pada 2017 yang akan digelar di Bandung.

Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Indonesai Tiongkok Ricard Tan menyambut baik peluncuran prangko Tahun Kambing 2015.

Menurut dia, prangko bukan hanya sebuah instrumen untuk berkirim surat, namun juga sebuah instrumen identitas sebuah negara.

"Dari prangko itulah, kita bisa mengetahui identitas suatu negara, dan di prangko itu pula kita juga bisa mengetahui mata uang suatu negara," katanya.

Prangko bisa menjadi jendela pengetahun. Gambar yang ada dalam perangko dapat menjadi jendela untuk mengetahui lebih lanjut suatu negara. Tak bisa dipungkiri, prangko juga menunjukan kedaulatan. Sebab prangko diterbitkan oleh pemerintahan suatu negara.

Peluncuran prangko bertema penanggalan Tiongkok tersebut juga ingin mengatakan pada dunia tentang harmonisasi masyarakat majemuk di Indonesia. "Ini juga menjadi jendela bagi kita sebagai negara yang memiliki masyarakat majemuk," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.